WNI Diculik Lagi, TNI AL Disarankan Gelar Operasi Setrika, Wow!

Senin, 11 Juli 2016 – 06:27 WIB
KRI menangkap kapal asing. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Teuku Rezasyah mengatakan, kasus penculikan 3 WNI di perairan Malaysia itu menjadi tamparan telak bagi Malaysia. 

’’Mereka selama ini sering mengkritik Indonesia tidak bisa mengurusi wilayah lautnya. Sekarang mereka kebobolan,’’ jelasnya.

BACA JUGA: Inikah Kelompok Penculik 3 WNI di Sabah?

Reza, panggilan akrabnya, menuturkan kasus ini harus menjadi momentum untuk otoritas Malaysia segera membuka diri dengan pemerintah Indonesia. Baginya lebih baik masalah ini cepat diselesaikan. 

Operasi gabungan antara tentara kedua negara untuk menyelamatkan tiga WNI itu segera dijalankan. Apalagi tentara Indonesia dan Malaysia selama ini memiliki program kerjasama bernama Elang Malindo.

BACA JUGA: Dallas Makin Panas, Polisi Antisipasi Ancaman Misterius

Selain itu kasus penculikan ini juga menjadi bahan evaluasi internal pemerintah Indonesia. Pertama adalah TNI AL harus sering melakukan operasi ’’setrika’’ untuk mengamankan nelayan-nelayan Indonesia yang mencari ikan. 

Disebut operasi setrika, karena KRI-KRI Indonesia harus sering bolak-balik melalui area perbatasan laut Indonesia. ’’Bolak-balik sama seperti setrika,’’ jelasnya.

BACA JUGA: Asyik...Pasukan TNI Tetap Nikmati Makanan ala Indonesia di Lebanon

Kemudian Reza juga mengatakan kemampuan navigasi nelayan Indonesia masih banyak yang tradisional. Untuk navigasi laut, kebanyakan masih menggunakan peta bintang. 

Selain itu nelayan Indonesia belum memiliki kemampuan untuk membedakan perahu yang mendekat itu sesama nelayan atau perompak.

Jika kemampuan itu sudah ada ditambah perlengkapan komunikasi yang memadai, nelayan Indonesia bisa langsung mengirim sinyal bahaya saat didekati perompak. 

Peningkatan kemampuan nelayan Indonesia baginya adalah tugas besar yang harus diselesaikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah komando Susi Pudjiastuti. (mia/wan/sam/jpnn) 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Eks Wakil PM Sebut Keterlibatan Inggris di Irak Ilegal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler