WNI Sukses di Mancanegara Sebaiknya Diikat dengan Kewarganegaraan Ganda

Senin, 29 Agustus 2016 – 18:01 WIB
Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mendukung rencana pemerintah membuka peluang bagi warga negara Indonesia (WNI) mengantongi dwikewarganegaraan. Pertimbangannya, melalui cara itu maka pemerintah bisa mengikat WNI yang suksed di luar negeri atau yang dikenal dengan Diapora Indonesia.

"Ini (dwikewarganegaraan, red) menguntungkan untuk mengikat diaspora yang sukses. Seperti Arcandra Tahar (mantan menteri ESDM, red). Mungkin berikutnya researcher-researcher eks WNI handal yang bekerja di Eropa dan negara maju lainnya," kata Bobby di DPR, Senin (29/8).

BACA JUGA: Damayanti Dituntut 6 Tahun Penjara

Politikus Golkar itu menambahkan, saat ini negara-negara di dunia terlibat dalam peperangan memperebutkan sumber daya manusia yang unggul di bidang informasi teknologi (IT), industri ekstraktif dan manufaktur. Karenanya, Indonesia justru merugi apabila tidak bisa memanfaatkan diaspora andal untuk ikut berperan dalam pembangunan nasional. "Rugi, bila negara tidak bisa memanfaatkan hal ini," ulasnya.

Soal adanya kekhawatiran terhadap WNI yang menganut dwikewarganegaraan, Bobby setuju bila pemerintah membuat batasan dan pengaturan yang ketat dan selektif. Artinya, tidak semuanya bisa memiliki dua kewarganegaraan sekaligus.

BACA JUGA: Menag: Kondisi 177 JCH Indonesia di Filipina Sangat Memprihatinkan

"Dwikewarganegaraan bisa melindungi bila WNI yang sudah lepas statusnya, karena perkawinan dengan WNA ternyata bercerai, atau kehilangan hak waris. Tentu harus ada aturan yang menolak, naturalisasi bila WNA mau jadi WNI, yang nggak jelas manfaatnya," tambah Bobby.(fat/jpnn)

BACA JUGA: 177 JCH Lolos ke Filipina, Politikus PKB Semprot Menag

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ayah Mirna Mengaku Punya Bukti Kuat untuk Bungkam Jessica


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler