Wujudkan Bebas Sampah di Gunung, Sungai Hingga Laut

Jumat, 06 Oktober 2017 – 12:37 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya saat menghadiri peluncuran Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melakukan inovasi pengelolaan sampah di Indonesia. Dari data Worldwatch.org (2013), 14 persen dari total sampah merupakan sampah plastik yang sulit terurai. Sekitar 57 persen sampah plastik juga mengotori pantai.

KLHK menyadari pentingnya pengelolaan sampah yang baik, karena sampah plastik akan menimbulkan pencemaran yang sangat berbahaya bagi kelangsungan mahluk hidup. Untuk itu diperlukan berbagai upaya menyeluruh penanganan sampah dari hulu sampai hilir.

BACA JUGA: Pencegahan Dini, KLHK Berhasil Turunkan Luas Karhutla

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, menyatakan bahwa Pemerintah Pusat akan meningkatkan penanganan sampah di darat, kampanye peningkatan kesadaran terhadap bahaya sampah plastik, pengurangan polusi sampah yang telah ada di laut, serta penguatan mekanisme kelembagaan dan pendanaan.

''Pengurangan penggunaan nondegradable plastik adalah salah satu prioritas utama,'' katanya.

BACA JUGA: Kerja Keras Manggala Agni Menurunkan Titik Api

Menteri LHK Siti Nurbaya menegaskan, pengelolaan sampah di sumbernya menjadi sangat penting untuk mengurangi beban pengelolaan di hilir. Caranya melalui eforia revolusi mental pengelolaan sampah dengan merubah perilaku.

''Kita harus mengambil tanggung jawab menjaga kebersihan mulai dari diri sendiri. Menerapkan prinsip mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah (Prinsip 3R: reduce, reuse dan recycle) di tempat masing-masing,'' ajak Menteri Siti.

BACA JUGA: KLHK Menangkan Kasus Lingkungan Bernilai Rp 17,82 Triliun

Saat ini terdapat 245 kolaborator yang berperan aktif dalam melakukan kampanye dan inisiatif terkait isu pengelolaan sampah. Selain itu, terdata sebanyak 4.280 bank sampah yang tersebar di 30 provinsi.

“Peran serta masyarakat melalui komunitas lingkungan akan membuat efektif dalam menyerukan pengelolaan sampah dimulai dari hulu,'' kata Menteri Siti.

Pada Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017, tema yang diangkat adalah pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Gunung, Sungai dan Laut untuk Wujudkan Indonesia Bersih Sampah 2020.
Berbagai Kegiatan peduli lingkungan pun telah dilakukan. Seperti Bersih Pantai yang dilakukan serentak di 40 titik lokasi di seluruh Bali, yang diikuti sekitar 20.000 orang dari berbagai unsur masyarakat.

Untuk mendukung kebijakan pengurangan sampah plastik dan sistem akreditasi dan sertifikasi ekolabel, KLHK juga meluncurkan Standard Nasional Indonesia (SNI) 7188.7:2016 Kriteria ekolabel – Bagian 7: Kategori Produk Tas Belanja Plastik dan Bioplastik Mudah Terurai.

Terbitnya SNI ini sebagai informasi kepada publik jenis material atau bahan baku dari tas belanja plastik, yaitu material bijih plastik sintetis. Dengan informasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memilah sampah plastik, baik yang dapat didaur ulang, atau terurai dengan sendirinya, serta yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Tak hanya itu, dilaksanakan kegiatan Sapu Jagad 2017 yang digelar secara serentak di 17 gunung di Indonesia. Tujuan kegiatan ini, bukan hanya untuk membersihkan sampah di gunung, melainkan juga sebagai sarana edukasi dan persuasi kepada para pelaku aktivitas pendakian gunung.

KLHK juga merangkul Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat dalam Pelestarian Sungai dan Rehabilitasi DAS. Salah satunya dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah.

Untuk memerdekakan sungai dari limbah dan sampah, KLHK juga melaksanakan program rehabilitasi sungai “Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah”.

Ekowisata sungai seperti Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah tidak hanya menjadi sarana wisata saja, tetapi juga sarat akan edukasi perbaikan kualitas air, sehingga sungai-sungai di Indonesia dapat segera pulih kembali fungsinya sebagai fungsi ekologi, ekonomi, dan sosial. Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah telah menjadi pusat pelatihan rescue di Sungai Ciliwung oleh BNPB seluruh Indonesia. (jpnn/klh)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perhutanan Sosial, Bukti Pemerintah Ada Untuk Rakyat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler