Xiaomi Yakin Penjualan Ponsel Pintar akan Bangkit pada Kuartal II

Jumat, 14 Februari 2020 – 03:57 WIB
Xiaomi. Foto: Official Xiaomi

jpnn.com - CEO Xiaomi, Lei Jun, memprediksi penjualan kuartal pertama akan terganggu karena wabah virus corona, namun akan kembali bangkit pada kuartal II dan III 2020.

“Penjualan smartphone kuartal pertama tahun ini akan menghadapi tantangan, tetapi kami percaya bahwa pada kuartal kedua dan ketiga penjualan akan bangkit kembali," kata Lei tentang dampak virus corona, lansir Reuters, Kamis.

BACA JUGA: Xiaomi Mi 10 dan 10 Pro Melantai Akhir Bulan Ini

Lei mengatakan, walaupun kapasitas dan stok perusahaan mencukupi, proses pengiriman akan terpengaruh dalam dua pekan mendatang karena banyak pabrik di China tidak dapat melanjutkan pekerjaan hingga 10 Februari.

Pengelolaan rantai pasokan Xiaomi, tambah Lei, menjadi tugas terberat yang dihadapi perusahaan saat ini, dan staf terus berkomunikasi dengan pemasok.

BACA JUGA: Jajal Samsung Galaxy A71, Ini 5 Faktanya

Pada Desember, Xiaomi membuka kantor pusat kedua di Wuhan, yang saat ini memiliki sekitar 2.000 karyawan.

Pabrik dan pemasok di sebagian besar Tiongkok telah menangguhkan produksi, karena negara tersebut tengah memerangi epidemi virus.

BACA JUGA: Xiaomi, Huawei, Oppo dan Vivo Mulai Bergerak Runtuhkan Dominasi Google

Meskipun pembatasan perjalanan telah dilonggarkan di beberapa daerah pekan ini, pekerja migran dilaporkan mengalami kesulitan untuk kembali bekerja, dan banyak toko dan pusat perbelanjaan ditutup.

Analis industri memperkirakan virus tersebut akan menyebabkan pengiriman smartphone di daratan Tiongkok turun sekitar 40 persen pada kuartal pertama berbanding periode sama tahun lalu.

Xiaomi dan pesaing domestiknya, termasuk Huawei, Oppo, dan Vivo, berharap dapat meningkatkan penjualan pada 2020, dengan merilis lebih banyak ponsel 5G yang kompatibel dengan infrastruktur telekomunikasi China yang baru ditingkatkan.

Xiaomi, dalam pengajuan bursa saham, Kamis, memperkirakan pendapatan 2019 telah melampaui 200 miliar yuan, naik dari 175 miliar yuan tahun lalu. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler