Ya Ampun, Pasukan Israel Tembak Remaja Ini Dua Kali di Dada

Jumat, 24 Juli 2015 – 05:59 WIB
Warga Palestina berduka disamping jenazah Mohammed Ahmed Alauna yang tewas ditembak tentara Israel. Foto: AFP

jpnn.com - HEBRON - Pasukan Israel menyerang sebuah rumah warga Palestina dan menembak mati penghuninya seorang pria berusia 52 tahun di desa di utara Hebron di Tepi Barat.

Seperti dilansir BBC, Falah Abu Maria ditembak di dada sebanyak dua kali dari jarak dekat saat berusaha menyelamatkan anaknya, 22, Mohammad, yang terluka tembakan tentara, di desa Beit Ummar, Hebron, Kamis (23/7). 

BACA JUGA: Astaga, Pria Ini Bunuh Diri dengan Bom Rakitan Lantaran Sakit Tak Sembuh-Sembuh

Juru bicara rumah sakit itu berkata, anak Falah yang berusia 24 tahun masih menerima perawatan karena luka pada kakinya akibat terkena tembakan.
Menurut seorang pegawai rumah sakit, ini adalah pembunuhan kedua dalam tempo 24 jam.

Seorang juru  bicara tentara Israel mengatakan saat kejadian tentara ingin menahan Mohammad  Abu Maria yang dicurigai melakukan kesalahan keamanan, atau penyerangan tentara oleh perusuh.

BACA JUGA: Sadis, Sangat Sadis, Wanita Diperkosa Beramai-ramai Lalu Dimutilasi dan Dibakar

Al Jazeera melansir Mohammed berada dalam kondisi stabil dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Pria tersebut ditembak di kakinya sebagai tindakan balasan. Seorang anggota tentara juga cedera ringan setelah terkena lemparan batu.

Insiden menimpa Falah itu sama seperti yang berlaku kemarin. Tentara Israel juga menembak mati Mohammad Alawneh Alauna, remaja berusia, 22, di kota Jenin, di utara Tepi Barat. Ia ditembak dalam satu pertempuran disusul serbuan di beberapa rumah di kampung Birqin.

BACA JUGA: Ngecas Baterai HP, Penyelinap Ini Bersembunyi di Bawah Ranjang Orang Hingga Tiga Hari

Menurut AFP, Alawneh ditembak di dada dan meninggal dunia tidak lama setelah tiba di rumah sakit di Jenin, seperti yang disampaikan sumber kesehatan Palestina.

Jenazah Falah Abu Maria ditangisi oleh sanak keluarga di rumah sakit.

Sang ayah, Falah, dan kedua putranya sebelumnya telah di penjara di penjara-penjara Israel. Saudara Falah, Waheed, ditangkap karena aksi mogok makan tahun lalu. Sepupunya, Hashem, ditembak mati tahun lalu dalam sebuah demonstrasi di Tepi Barat dalam aksi solidaritas dengan Jalur Gaza.

PBB mengatakan setidaknya 16 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat yang diduduki sejak awal tahun 2015 dan sekitar 1.000 orang terluka.

Menurut Tahanan Palestina Society, saat ini ada sekitar 100-140 tahanan Palestina dari Beit Ummar di penjara-penjara Israel.

Setiap bulan, pasukan Israel menahan puluhan warga Palestina, dengan rentang usia rata-rata 18 sampai 20. Beit Ummar, sebuah daerah yang dihuni sekitar 17.000 warga Palestina.

Sementara menurut media Israel, pasukan Israel melakukan serangan itu untuk menahan Mohammad. Pasukan melepaskan tembakan ketika salah satu anggota keluarga berusaha mencekik salah satu prajurit.(ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Alamak, Tak Sanggup Menahan Nafsu, Pasangan Ini Begituan di Bilik Telepon


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler