Yakinlah, Musim Depan PSM Jauh Lebih Baik

Senin, 19 Desember 2016 – 11:15 WIB
Manajemen PSM Makassar yakin tim harus lebih baik lagi pada musim depan. Foto: Fajar/jpg

jpnn.com - MAKASSAR - PSM Makassar finish di posisi ketujuh dengan raihan 54 poin di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC).

Pada awal turnamen, PSM berjalan terseok-seok. Hanya 21 poin dikumpulkan dari 17 pertandingan. 

BACA JUGA: Arsenal Kalah, Wenger Sebut Dua Gol City Offside, Masa sih?

PSM menderita kekalahan delapan kali, empat kali menang, dan selebihnya imbang. Di putaran kedua, kondisi PSM jauh lebih baik.

Semangat Syamsul Chaeruddin cs membuahkan delapan kemenangan. Bahkan, enam di antaranya diraih secara beruntun. PSM kalah empat kali. Kekalahan pula yang menjadi penutup laga terakhir tim berjuluk Pasukan Ramang ini.

BACA JUGA: Presiden Jokowi akan Bertemu Para Penggawa Timnas Indonesia Hari Ini

Bertandang ke Stadion Mandala, Jayapura, PSM takluk, 2-4. Hasil yang diraih sepanjang tahun ini, setidaknya menjadi bahan bagi manajemen untuk segera melakukan evaluasi sejumlah kekurangan. 

Berbenah demi prestasi mutlak dilakukan. Musim depan, PSM harus lebih baik.

BACA JUGA: Andik Belum Rela Boaz Pensiun Dini, Mungkin Dua Tahun Lagi

CEO PT PSM Munafri Arifuddin mengakui timnya masih memiliki banyak kekurangan. Pakem yang ada belum sepenuhnya bisa dijadikan acuan membentuk skuat juara. Akan tetapi, harus ada perombakan. 

"Tentu saja, perubahan harus kita lakukan," tegasnya seperti diberitakan Fajar (Jawa Pos Group).

Dibanding dengan seteru abadi semisal Persipura, di awal musim penampilan PSM cukup terseok-seok. Masa persiapan yang tidak berjalan dengan baik yang berujung pada pemecatan pelatih Luciano Leandro, membuat posisi PSM terpuruk di putaran pertama. 

Skuat cukup timpang dengan kualitas yang tidak merata disemua lini dan barisan belakang menjadi titik lemah tim. Paling tidak pertandingan terakhir melawan Mutiara Hitam menjadi gambaran bertapa lemahnya lini belakang PSM.

Tidak heran pada laga terakhir kemarin, PSM sudah harus kebobolan empat gol di babak pertama. Gol diciptakan, Ferinando Pahabol di menit 21 dan 25. 

Gol tambahan kembali tercipta melalui Edward Wilson di menit ke-41' dan Osvaldo Haay (45).

Dua gol balasan PSM diciptakan Rasyid Bakri di menit 85 dan 90. Dua gol ini mengindikasikan pemain depan PSM masuk dalam tim produktif di TSC. Total ada 52 gol yang berhasil diciptakan. Akan tetapi, kelemahan paling menonjol ada di lini belakang. PSM harus kebobolan 46 gol.

Mantan pemain PSM Ali Baba mengakui PSM masih membutuhkan banyak perbaikan. Jika target pada musim depan bersaing di papan atas, maka evaluasi tim menjadi sebuah keharusan. "Tim ini butuh perubahan dan pembenahan jika masih ingin bertanding," pungkasnya. (jpg/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiba-tiba Senyap..saat Boaz Bilang Mau Pensiun dari Timnas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler