Yandri Susanto: Saya Pastikan Enggak Mungkin Bu Risma Marah...

Senin, 04 Oktober 2021 – 19:58 WIB
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mendampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini. saat menyerahkan bantuan ke masyarakat. Foto: Kemensos

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengaku tidak ada masalah dengan gaya bicara Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Yandri menilai yang dikerjakan Mensos Risma semata-mata untuk memperbaiki data kemiskinan agar salur bantuan tepat sasaran, tepat guna, tepat jumlah, dan benar-benar ada perbaikan.

BACA JUGA: Dana Rp 21 Miliar untuk Sosialisasi Haji 2021 Batal, Yandri Susanto Bilang Begini

“Kalau saya nyaman-nyaman saja. Bu Risma sedang bekerja keras memperbaiki data agar puluhan juta orang miskin mendapat bantuan,” kata Yandri dalam rilis Kemensos, Senin (4/10).

Yandri melihat pembenahan justru harus dilakukan pada stakeholder karena sejumlah daerah yang dikunjungi Mensos Risma ditemukan data bermasalah.

BACA JUGA: Zulkifli Hasan Dapat Jatah Menko PMK? Yandri Menjawab, Lantas Tertawa

“Kejadian di Gorontalo itu yang saya harapkan yang terakhir. Saya pastikan bilamana semua data itu baik, enggak mungkin Bu Risma marah,” katanya.

Anggota Fraksi PAN ini meminta pemerintah daerah sampai ke tingkat RT dan RW hingga para pendamping jangan main-main dengan data.

BACA JUGA: Kesan Istri Gubernur Rusli Habibie Selama Dampingi Mensos Risma di Gorontalo

“Di tingkat bawah itu, ayo perbaiki data. Jangan main-main. Saya rasa kalau ini dilakukan, akan baik-baik saja kok,” katanya.

Yandri memastikan yang sedang dilakukan Mensos Risma bentuk tanggung jawab dan karakter pemimpin yang bekerja dengan kesungguhan.

“Kami di Komisi VIII ini kan ada grup dengan Bu Risma. Kalau ada WA sampai jam 2 malam, masih direspon lho sama Bu Risma,” katanya.

Terkait dengan tanggapan luas atas kunjungan Mensos Risma  ke Gorontalo, Yandri mengajak semua pihak mengambil pelajaran terbaik.

“Inilah momentum untuk memperbaiki Kementerian Sosial sampai ke tingkat bawah. Perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) perlu dukungan dari pusat sampai ke RT dan RW,” katanya.

Dia berpesan stakeholder seperti kepala desa jangan hanya masukkan data yang merupakan pendukungnya saja. Sebaliknya yang tidak mendukung tidak dapat bantuan.

“Maka semua pihak harus bekerja keras dan serius. Saya malah berharap, Bu Risma tidak berubah. Sebab Bu Risma sudah membuktikan dua periode jadi Wali Kota Surabaya sukses,” katanya.

Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf berpendapat senada dan sangat menyesalkan persoalan DTKS yang tak kunjung usai.

Menurutnya, banyak oknum di tingkat kabupaten/kota maupun desa memanfaatkan DTKS untuk kepentingan tertentu.

“Fenomena itu hampir terjadi di seluruh Indonesia. Karena itu wajar, setiap kali menteri menemukan kekeliruan, apalagi penyimpangan, langsung berekspresi pembelaannya terhadap orang miskin,” katanya. (mrk/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wagub Gorontalo: Kami Perlu Bertepuk Tangan ke Ibu Menteri Risma


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler