Yenny: Unjuk Rasa dan Menemui Dubes AS Strategi Berlapis NU

Sabtu, 09 Desember 2017 – 15:24 WIB
Aksi unjuk rasa yang dilakukan anggota NU di depan Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jumat (8/12). Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Empat perwakilan dari Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), dan Wahid Foundation, menemui Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph Donovan di Jakarta, Jumat (8/12).

Mereka merupakan ormas dan lembaga pertama yang diterima langsung oleh Donovan.

BACA JUGA: Ibas: Donald Trump Cederai Perdamaian Dunia

Mursyidah Tohir mewakili Muslimat NU. Alissa Wahid membawa nama LKKNU dan Jaringan Gusdurian. Sedangkan Alamsyah Ja’far dan Tata mewakili Wahid Foundation.

Mereka menyampaikan aspirasi umat Islam Indonesia yang tidak terima atas pernyataan sepihak Presiden AS Donald Trump menjadikan Yerusalem ibu kota Israel.

BACA JUGA: Menlu Retno Cerita soal 3 Jam Sebelum Trump Klaim Jerusalem

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid tidak ikut dalam pertemuan itu karena sedang berada di Bahrain.

Dia menghadiri Manama Dialogue, sebuah event strategis yang membahas isu-isu terkini di Timur Tengah dan dunia.

BACA JUGA: PKS Surabaya Demo di Depan Konjen AS

Dalam acara itu juga dibahas perihal pernyataan kontroversial Trump terkait Yerusalem.

”Saya akan satu panel dengan menteri luar negeri Irak dan Pangeran Turki bin Faisal dari Saudi Arabia,” tutur Yenny.

Yenny mengatakan, ada beberapa poin yang disampaikan kepada Donovan.

Pertama, umat Islam Indonesia berkeberatan terhadap kebijakan AS atas Yerusalem karena bertentangan dengan sejumlah resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

”Kebijakan itu bakal memicu ketegangan di negara-negara berpenduduk muslim, termasuk Indonesia. Selain itu, juga mengganggu proses perdamaian yang sedang terus diupayakan,” ujar Yenny.

Mereka juga menganggap Trump ceroboh karena bertindak berdasar pertimbangan domestik AS.

Apalagi, kebijakan tersebut juga tidak mencerminkan dukungan luas dari masyarakat AS.

Mereka juga menyampaikan kembali gagasan dan sikap mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terkait kemerdekaan Palestina dengan usulan two state solution (dua negara untuk dua warga) sebagai opsi solusi konflik Israel-Palestina.

Di sisi lain, anggota NU bersama sejumlah elemen masyarakat juga menggelar aksi demonstrasi di depan Kedubes AS di Jakarta.

Mereka membentangkan spanduk dan poster berisi kecaman terhadap pernyataan Trump yang telah melukai dan menyulut amarah umat Islam.

Menurut Yenny, aksi turun ke jalan dan pertemuan dengan Donovan merupakan strategi berlapis NU dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Yenny menambahkan, aksi turun ke jalan diperlukan untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

“Namun, kami juga melakukan strategi informal diplomacy. Yakni, bertemu langsung dengan dubes AS untuk menyampaikan sikap dan keberatan atas keputusan Presiden Trump. Lewat pertemuan langsung dengan perwakilan resmi negara AS, kami memastikan bahwa suara mayoritas masyarakat muslim Indonesia telah sampai ke pemerintah AS,” jelas Yenny. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kang TB Puji Rencana Jokowi Gunakan OKI Hadang Klaim Trump


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler