YKRI Akan Bangun Kebun Raya Tanaman Obat

Sabtu, 24 November 2018 – 14:04 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berbincang dengan Ketua II YKRI Alexander Sonny Keraf (dari kiri), Ketua I Michael Sumarijanto, anggota Jacob Soetoyo dan Wakil Bendahara Karen Tambayong. Foto: Raka Denny/Jawapos/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) akan terus mempromosikan keberadaan kebun raya kepada masyarakat luas.

Ketua I YKRI Michael Sumarijanto mengatakan, kebun raya memiliki banyak potensi yang sangat baik bagi pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia.

BACA JUGA: Peristiwa Mallaby Harus Jadi Contoh

Selama ini YKRI memang sangat konsisten menjalankan ikhtiar untuk mewujudkan ambisi itu.

Salah satunya dengan meluncurkan gerakan Jaga Bhumi 2018-2019 di Jakarta, Rabu (21/11) lalu.

BACA JUGA: Siapa Kader PDIP Sekuat Tri Rismaharini?

Sebelumnya gerakan itu kali pertama diluncurkan untuk periode 2017-2018 dan menghasilkan kebun raya mangrove pertama di dunia di Pantai Timur Surabaya.

BACA JUGA: Duh, Bu Risma Jatuh Sesaat Sebelum Naik Panggung

“Jaga Bhumi merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh YKRI untuk menyelamatkan plasma nutfah Indonesia melalui revitalisasi dan peningkatan jumlah kebun raya di Indonesia. Slogannya adalah Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia,” kata Michael.

Dia menambahkan, Jaga Bhumi periode pertama berhasil melahirkan beberapa program seperti Sarasehan Kalpataru.

Ada juga Jaga Wiyata dengan melakukan kunjungan ke 200 sekolah di empat provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Selain itu, ada pula Jelajah Bhumi yang merupakan gerakan bersepeda dengan jarak 1.000 kilometer.

Wakil Ketua II YKRI Sonny A Keraf menambahkan, pihaknya juga menginisiasi

pembangunan Kebun Raya Tanaman Obat Indonesia yang memiliki sekitar 30 ribu hingga 40 ribu jenis tumbuhan.

Dia menambahkan, inisiasi itu sangat penting karena salah satu kekuatan di Indonesia adalah sumber keanekaragaman hayati (kehati).

“Kita memiliki kehati sangat tinggi. Dengan demikian, YKRI kembali melanjutkan gerakan Jaga Bhumi yang baru berlangsung satu tahun ini dan bersama-sama mengajak masyarakat luas untuk terus melakukan pelestarian serta menggali potensi untuk menciptakan Kebun Raya Tanaman Obat di Indonesia.” papar Sonny.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang hadir dalam peluncuran itu mengatakan, hutan mangrove hasil kerja sama dengan YKRI mampu mengurangi kawasan yang terdampak banjir di daerah yang dipimpinnya.

“Sebelumnya Surabaya 50 persen daerahnya pasti banjir. Ada beberapa sebab seperti curah hujan yang cukup tinggi. Bahkan lebih tinggi dari Jakarta dan global warming, di mana tiba-tiba banjir mendadak," jelas Risma. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Para Guru Agama Ternyata Belum Terima Tunjangan Sejak 2011


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler