Yuk Belajar Bisnis Berjangka Komoditi

Minggu, 01 Mei 2016 – 22:55 WIB

jpnn.com - MEDAN - Transaksi perdagangan berjangka komoditi (PBK) terus menunjukkan tren kenaikan. Namun, sejauh ini angkanya belum signifikan.

Sekretaris Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Marthin Simanungkalit mengungkapkan, volume PBK pada 2015 baru mencapai  6,5 juta lot.  Dari jumlah itu, sekitar 1,3  juta lot merupakan transaksi multilateral (komoditi primer), sedangkan 5,2 juta lot merupakan transaksi bilateral (SPA-sistem perdagangan alternatif).

BACA JUGA: Disaksikan Jokowi, Garuda Indonesia Jalin Kerjasama dengan Airbus

"‎Dari angka tersebut, transaksi perdagangan multilateral menunjukkan kecenderungan pertumbuhan yang lebih besar. Yakni 15,47 persen dibanding dengan pertumbuhan transaksi SPA sebesar 7,11 persen," ujar Marthin, Minggu (1/5).

Menurutnya, capaian di bidang PBK itu dirasa masih kurang maksimal. Karena itu Bappebti akan terus mendorong  agar Indonesia bisa menjadi acuan harga komoditi dunia.

BACA JUGA: Lippo Makin Serius di Bioskop, Sebegini Untungnya...

Salah satu cara yang ditempuh Bappebti adalah mensosialisasikan PBK kepada masyarakay. Karenanya, Bapebbti pada Jumat (29/4) lalu menggelar mensosialisasikan PBK kepada sekitar 150 mahasiswa dan akademisi di Universitas HKBP Nommensen, Sumatera Utara.

"Mahasiswa perlu memahami perdagangan berjangka komoditi, karena beberapa tahun ke depan mereka akan menjadi pelaku PBK.  Begitu juga akademisi akan jadi motor pengerak PBK,” ujar Marthin.

BACA JUGA: Keren, Lion Group Kini Kelola Sendiri Snack untuk Kru Pesawat

Selain mensosialisasikan PBK, Bappebti juga juga menjalin kerja sama dengan pihak lain. Salah satunya adalah Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) yang akan memberi bantuan berupa enam unit komputer sebagai sarana pembelajaran dalam program yang dinamai Futures Trading Learning Center.(gir/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Genjot Pariwisata Danau Toba, Ini Rencana Bisnis Lion Air Group


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler