Yuk, Berpetualang di Pulau Sumba Lewat Festival Adventure Indonesia

Jumat, 02 September 2016 – 14:32 WIB
Danau Weekuri di Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT. Foto: Timor Express/JPG

jpnn.com - JAKARTA - Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal punya kerja besar lagi. Untuk ketiga kalinya, provinsi yang beribu kota di Kupang itu akan menggelar Festival Adventure Indonesia 2016.

Event itu untuk mengajak pengunjung menjelajahi Pulau Sumba. Kegiatan bertema Jelajah Tanahumba itu akan berlangsung 6 hari penuh pada 10-15 September 2016 di Pulau Sumba, NTT.

BACA JUGA: Tega, Pedagang Pasar juga Dikorbankan

”Jelajah Tanahumba ini diharapkan dapat mengenalkan pulau indah tersebut melalui beragam potensi pariwisata dan juga aktivitas luar ruang dan pertunjukan adat khas Sumba,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Raseno Arya.

Raseno menjelaskan, seluruh aktivitas penjelajahan itu akan direkam dalam beragam penulisan, foto dan dokumenter yang dikompetisikan. Dua event sebelumnya digelar di Lembata dan Pulau Alor.

BACA JUGA: Pengamat: Penyerangan Pastor di Medan Bukan Di-setting Aparat

Menurut Raseno, pihaknya sudah berkoordinasi dengan panitia pelaksana (panpel). Berdasarkan data panpel, sudah ada 200 peserta dari berbagai kalangan termasuk pendaki, fotografer, dan media yang dijadwalkan ikut ambil bagian dalam ebent itu.

”Festival Adventure Indonesia merupakan event khusus untuk penggemar dunia petualangan dan cinta terhadap alam dan kebudayaan Indonesia. Dalam gelaran ini akan ada banyak kegiatan petualangan yang menantang, mulai menyelam, bersepeda, pendakian, hingga tur budaya dengan menginap di kampung adat dan berbaur dengan masyarakat lokal,” kata Raseno.

BACA JUGA: Mantan Wakapolri Jadi Penjamin untuk Terdakwa Ini

Raseno mengungkapkan, wisata bahari dan wisata petualangan Indonesia perlu ditingkatkan. Dengan demikian Indonesia bisa menjadi destinasi utama di dunia.

Untuk itu perlu promosi berkesinambungan agar wisata Indonesia mendunia. Tujuan Festival Adventure Indonesia adalah untuk mempercepat perkembangan wisata di NTT sebagai salah satu destinasi wisata bahari dan petualangan di Indonesia.

”Ini sesuai dengan permintaan Pak Menteri (Arief Yahya) yang menginstruksikan pembangunan kita harus menciptakan permintaan (demand) agar orang mau datang dengan menciptakan event pariwisata,” kata Raseno.

Raseno menambahkan, kalau sudah tercipta demand maka supply akan mengikuti. Karenanya event itu membutuhkan dukungan berbagai pihak agar wisatawan bisa mengikuti perhelatan yang akan menebar pesona Indonesia tersebut.

Raseno memerinci, pada hari pertama Festival Adventure Indonesia 2016, penjelajahan akan diawali dari bagian timur Pulau Sumba, dari Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu. Peserta akan menyusuri keindahan pantai Puru Kambera setelah upacara penerimaan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Selanjutnya, penjelajahan dilanjutkan dengan menikmati kecantikan terbenamnya matahari di Pantai Walakiri. Malam harinya, peserta akan menikmati malam di kampung adat Praiyawang, Rende.

Pada hari kedua, peserta akan merekam keindahan matahari terbit dan keunikan tebing berukir dan karang bolong di Pantai Watuparunu. Peserta juga bakal menyaksikan warisan kebudayaan di Rende dalam bentuk tenun ikat, kubur batu, menggembala kuda, aneka kerajinan dan berbagai kuliner.

Air terjun Gunung Meja di Palindi Tana Bara akan menjadi destinasi tersendiri yang menantang bersama pesona seribu lembah di Wairinding sebelum bermalam di Waibakul.

Untuk hari ketiga, ada pesta budaya dari pagi hingga malam di berbagai lokasi di Waibakul, Sumba Tengah. Beragam kesenian dan upacara adat dari masing-masing kabupaten, balap kuda tradisional melewati hutan dan halang rintang.

Ada juga keseruan adu banteng dan tinju tradisional pajura, beragam hasil kerajinan tangan, pernak-pernik dan kulinari khas Sumba yang dijajakan di pasar kaget. Tidak ketinggalan pula satu tradisi paling unik khas Sumba yang ditunggu-tunggu wisatawan bahkan sampai ke mancanegara, yakni permainan lempar lembing sambil berkuda antara dua kubu yang disebut pasola.

Pada hari keempat, petualang akan disodori pilihan. Mengendari kuda, bersepeda, atau menunggangi motor trail bersama menuju Air Terjun Matayangu, kemudian berlanjut dengan mengeksplorasi salah satu daerah karst Sumba, Gua Liang Bakul yang dipenuhi stalagtit dan stalagmit.

Pecinta budaya juga tidak kalah asyiknya mengunjungi Pantai Tai Tena tempat pasola bermula. Namun, petualan akan diajak terlebih dulu menguak ritual adat Purungu Ta Kadonga Ratu di kampung adat Lai Tarung dan mengunjungi kubur batu Nenek Matahari (Apu Ladu) di Pantai Konda Malomba.

Keunikan Sumba lainnya yang menjadi incaran fotografer adalah 7 burung dan 7 jenis kupu-kupu khas sepempat  di Taman Nasional Manupeu Tanahdaru. Peserta festival juga akan diajak merasakan off-road menggunakan jip dalam perjalanan menuju Air Terjun Laipopu. Serangkaian aksi tadi akan diakhiri dengan makan malam bersama bertabur bintang di Waibakul.

Pada hari kelima kegiatan Jelajah Tanahumba, peserta akan menikmati hangatnya mentari pagi yang menyinari ladang dan sawah dari atas bukit di Waikabubak, Sumba Barat. Kemudian mampir ke desa adat di tengah kota, kampung Tarung, untuk mengisi perut sejenak sebelum memulai hari.

Danau Weekuri yang sangat menawan menjadi destinasi pertama di kabupaten Sumba Barat Daya, dilanjutkan dengan makan siang di kampung adat tepi pantai yang memiliki atap paling tinggi seantero Sumba, Ratenggaro. Pantai ‘tersembunyi’ Mandorak adalah tujuan berikutnya sebelum peserta diajak menutup hari dengan indahnya semburat senja di ufuk Barat pantai Bwanna.(adv/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menegangkan, Perburuan Induk Buaya Berakhir Dramatis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler