Yuk Ketahui Lebih Dalam Tentang Lemak

Kamis, 16 Maret 2017 – 23:10 WIB
Berat Badan. Foto IST

jpnn.com, JAKARTA - Lemak merupakan bentuk energi berlebih yang disimpan, yang bisa digunakan sebagai cadangan energi.

Peran lemak dalam bahan makanan yang utama adalah sebagai sumber energi. Lemak merupakan suatu sumber energi yang bisa menyediakan energi sekitar 2,25 kali lebih banyak daripada energi yang diberikan karbohidrat (gula, pati) atau protein.

BACA JUGA: 5 Manfaat Diet Ketogenik

Berikut beberapa fakta tentang lemak dalam makanan yang perlu Anda ketahui, seperti dilansir laman Cheat Sheet, Rabu (15/3).

1. Anda membutuhkan lemak.

BACA JUGA: Pengin Cepat Bakar Lemak? Coba deh Cara ini

Lemak makanan tidak bisa dibuat tubuh, tetapi mereka dibutuhkan untuk pengembangan pertumbuhan dan fungsi sel.

Selain itu, otak Anda mengandung sejumlah besar lemak esensial. Agar saraf dan otak berfungsi dengan baik, lemak diperlukan untuk membungkus sel-sel saraf sehingga mereka bisa mengirim pesan listrik.

BACA JUGA: Konsumsi Lemak Tak Jenuh Bikin Jantung Lebih Baik

Sementara peran lemak dalam kaitannya dengan otak dan sistem saraf mungkin membingungkan, tidak ada yang rumit tentang perlunya lemak dalam menjaga kesehatan kulit, menyimpan energi dan mengatur proses alami tubuh.

2. Tidak semua lemak sama.

Hanya karena lemak sering disalahkan atas kenaikan berat badan dan obesitas namun tidak berarti Anda harus menghindarinya.

Beberapa lemak justru baik untuk Anda dibandingkan yang lainnya. Dua lemak khususnya harus menjadi andalan konsumsi lemak Anda, yakni lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda.

Kedua lemak ini memiliki kekuatan untuk mengurangi kolesterol jahat dan meningkatkan diet Anda dengan vitamin lemak tak jenuh ganda.

Mereka juga juga mengandung asam lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6, yang tubuh Anda tidak bisa memproduksi sendiri. Lemak tak jenuh tunggal bisa ditemukan dalam minyak nabati seperti minyak wijen, minyak zaitun, minyak kacang dan minyak canola.

Lemak tak jenuh ganda ditemukan dalam ikan berlemak seperti salmon, mackerel dan ikan trout selain jagung dan minyak bunga matahari.

3. Batasi beberapa lemak.

Produk hewani seperti daging merah, kulit ayam, mentega, keju dan susu alami mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh meningkatkan tingkat kolesterol dalam darah dan bila dikonsumsi berlebihan maka hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Lemak jenuh harus memang harus dikonsumsi, tetapi hanya dimoderasi. The American Heart Association merekomendasikan mengonsumsi sekitar 13 gram lemak jenuh per hari.

Kuncinya adalah dengan mengganti beberapa lemak jenuh dengan lemak tak jenuh tunggal atau lemak tak jenuh ganda.

4. Hindari lemak buruk.

Lemak trans tetap harus dihindari. Lemak trans juga dikenal sebagai minyak terhidrogenasi parsial dan bisa ditemukan di beberapa margarin, crackers, cookies, kue, pie dan makanan beku.

Dalam sebuah penelitian 2015, orang-orang yang mengonsumsi jumlah yang lebih tinggi dari lemak trans adalah 34 persen lebih mungkin meninggal dari setiap penyebab dan 28 persen lebih mungkin untuk meninggal karena penyakit jantung. Penelitian lain telah mengaitkan kelebihan konsumsi lemak trans dengan stroke, diabetes dan kanker.(fny/jpnn)


Redaktur : Fany
Reporter : Fany, Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Lemak  

Terpopuler