Yuk Mengintip Cara WhatsApp Mencari Uang

Sabtu, 06 Februari 2016 – 05:47 WIB

jpnn.com - WHATSAPP didirikan pada 2009 oleh Brian Acton dan Jan Kuom mendirikan sebagai alternatif layanan pesan singkat yang mahal. Aplikasi ini membuat penggunanya bisa mengirim pesan pada kontak yang juga memiliki aplikasi ini tanpa dipungut bayaran.

Aplikasi ini sendiri tersedia untuk Android, iOS, BlackBerry dan Windows Phone. Baru pada Februari 2014, Facebook membeli WhatsApp senilai USD 19 miliar. Dalam sembilan bulan setelah dibeli, WhatsApp berhasil mencetak pendapatan sebesar USD 1,289 juta.

Lalu, dari mana sebenarnya uang ini berasal?

Jawaban singkatnya, WhatsApp awalnya merupakan aplikasi berbayar USD 1. Ketika pengguna aktif aplikasi ini mencapai lebih dari 700 juta dan pengguna baru mencapai sejuta per hari, penghasilan tahunan WhatsApp bisa mencapai USD 700 juta.

Namun, Facebook mengakui, cara mencari uang perusahaan ini masih sangat terbatas dan butuh upaya keras untuk memiliki penghasilan jangka panjang. Nah di saat bersamaan, pertumbuhan WhatsApp sangat pesat di Amerika Latin, India dan Eropa.

Proses penetrasi pasar ini membuat aplikasi ini makin tak bisa ditinggalkan oleh penggunanya. Seiring bertambahnya pengguna, ada potensi pendapatan untuk iklan dan bentuk lain yang mampu menghasilkan uang.

Menurut orang dalam industri seperti dilaporkan Forbes, ada dugaan bahwa pembelian WhatsApp adalah upaya Facebook  mendapatkan data perilaku dan pribadi para penggunanya.

Bagaimana tidak menggiurkan, tiap hari ada 30 miliar pesan dikirim untuk berbagi pesan dan lokasi. Lebih lanjut, Facebook kini mampu mengakses daftar kontak pengguna dan menyimpannya dalam server perusahaan.

Sementara Mark Zuckerberg berjanji tak akan menggunakan data tersebut untuk meningkatkan bidikan iklan Facebook, banyak yang mempertanyakan seberapa pribadi data-data pengguna. Kita tunggu saja inovasi seperti apa yang akan dilakukan WhatsApp dan Facebook dalam rangka mencari uang. (bca/adv)

BACA JUGA: Surat Edaran Pengusiran Ahmadiyah dari Bangka Tak Berlaku

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lolos dari Jumat Keramat, RJ Lino Siap Dipanggil Lagi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler