Yuk Tiru Langkah Pak Ganjar Ini Demi Bantu Para Pedagang

Rabu, 11 Agustus 2021 – 19:32 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo di pasar tradisional. Foto: IG @ganjarpranowo

jpnn.com, PATI - Di sela kunjungan kerja memantau penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyempatkan diri mampir ke Pasar Puri Baru.

Suasana pasar itu tak seperti biasanya. Pasar yang setiap hari ramai dan berjubel, kini tampak lengang dan tertata.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Jokowi Sampaikan Kabar Kurang Menyenangkan, Pilih Kasih Pinangki dan Habib Rizieq

Sejak pandemi melanda, Pasar Puri Baru telah melakukan penataan. Ratusan pedagang yang biasanya jualan di dalam pasar tradisional itu, semuanya dikeluarkan dan diminta berjualan di jalanan.

Lebih dari 100 pedagang yang dikeluarkan ke luar pasar. Mereka jualan di jalan dengan menjaga jarak antara pedagang satu dengan lainnya.

BACA JUGA: Ganjar Menumpang Makan Siang, Pemilik Rumah Hanya Bisa Melongo dan Terharu

Mereka tak boleh keluar dari lapaknya, dibatasi oleh gambar kotak-kotak dari cat putih.

"Lho njenengan ngopo bu, kok jualan di luar. Ini kenapa dikotak-kotak," tanya Ganjar pada beberapa penjual.

BACA JUGA: Ganjar Minta Data Anak yang Jadi Yatim Piatu Akibat Pandemi Covid-19

"Ini diatur Pak pasarnya, biar enggak kena covid-19. Makanya diatur jaraknya, biar nggak kerumunan," jawab beberapa pedagang.

Tak hanya berbincang, Ganjar juga memborong sejumlah dagangan yang dijajakan. Terlihat dia membeli jahe, pisang, dawet, tape, siwalan dan lain sebagainya.

Tentu saja, hal itu membuat para pedagang semringah.

"Kenapa kok senang sekali, emangnya sepi pembeli ya Bu," tanya Ganjar.

Para pedagang mengakui jika selama pandemi pendapatan mereka menurun. Apalagi setelah pasar ditata, hasil penjualan tak seperti biasanya.

"Tetapi tidak apa-apa Pak, yang penting sehat," kata mereka.

"Njenengan pancen top," timpal Ganjar.

Salah satu pedagang di Pasar Puri Baru, Hana mengatakan, sejak pandemi pasar tempatnya berjualan ditata. Pedagang dikeluarkan ke jalanan agar tidak terjadi kerumunan.

"Pendapatan menurun, tetapi tidak apa-apa yang penting sehat. Lha sekarang virusnya seperti ini, pedagang, kan, bahaya karena bersentuhan dengan orang terus. Kalau kami disebut pasrah ya pasrah, tapi kan harus tetap berusaha," kata penjual tahu ini.

Hal senada disampaikan Musaikah, pedagang sembako di pasar itu. Dia berharap pasar dikembalikan seperti kondisi semula.

"Enak seperti dulu, kalau sekarang pendapatannya menurun. Tetapi tidak apa-apa, biar enggak ketularan covid-19. Yang penting awake sehat (badan sehat), itu nomor satu," katanya.

Ganjar juga mengapresiasi upaya penataan pasar di Pati itu. Menurutnya, hal itu penting agar pedagang di pasar bisa berjarak dan tidak berkerumun.

"Terpenting, para pedagang. Tadi saya tanya, kenapa harus dikotak-kotak, mereka jawab karena harus jaga jarak dan tidak berkerumun. Ini keren, apalagi dari pengelola pasar selalu mengingatkan," jelasnya.

Ganjar berharap penataan pasar juga dilakukan di daerah lain di Jateng. Selain pemerintah, Ganjar meminta mahasiswa, kelompok masyarakat dan lainnya ikut membantu.

"Bantulah mereka di pasar ini, agar semua taat jaga jarak, pakai masker dan tidak berkerumun. Kalau semua tertib dan vaksinasi sudah berjalan baik, maka mudah-mudahan mereka bisa kembali berjualan seperti dulu. Inilah yang orang sebut kebiasaan baru. Normal barunya ya seperti ini," pungkasnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler