120 Surfer Dunia Mulai Bertarung Takhlukkan Ombak Pulau Merah
Menparekraf Buka Kompetisi Selancar Internasional di Banyuwangijpnn.com - BANYUWANGI - Ajang kompetisi selancar internasional di Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, akan dimulai hari ini, Jumat (23/5). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Pangestu akan membuka ajang tahunan berkonsep sport tourism yang diselenggarakan sejak tahun lalu itu.
"Kami ingin menggabungkan sport dan entertainment, jadi konsepnya sport tourism. Sport-nya dapat, dampaknya ke pariwisata ada juga. Ini membuktikan besarnya potensi olahraga dalam menghasilkan dampak bisnis, khususnya pariwisata dalam konteks Banyuwangi," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Kompetisi selancar internasional ini melombakan tiga kategori, yaitu level lokal, nasional, dan internasional. Diikuti 120 peserta dari 15 negara. Di antaranya dari Belgia, Austria, Korsel, Malaysia, Turki, Jerman, Perancis, Belanda, Rusia, dan Serbia.
Kompetisi ini menjanjikan aksi fantastis para surfer dalam menaklukkan gulungan ombak di Pantai Pulau Merah. Salah satu spot wisata unggulan di Jawa Timur ini memiliki ombak dengan ketinggian mencapai 4 meter dan panjang sampai 400 meter.
Anas mengatakan, perpaduan sport tourism sudah jamak digarap oleh berbagai negara. "Banyuwangi punya dua ajang sport tourism, yaitu Tour de Ijen dan International Surfing. Dampaknya setelah ajang itu cukup besar dalam mengerek awareness publik dan wisatawan. Ini jadi bukti besarnya potensi olahraga jika kita mengemasnya secara kreatif," kata Anas.
Dia mengatakan, bibit-bibit peselancar Banyuwangi juga akan tumbuh dari ajang ini. Saat ini sudah marak anak muda belajar selancar di sejumlah pantai. Meski bukan ajang olahraga prestasi, selancar bisa dijadikan ajang untuk mengatrol unsur entertainment di sebuah pantai. "Di sanalah kemudian tumbuh profesi baru, lapangan pekerjaan baru," pungkasnya. (eri/mas)