20 Satwa Dilindungi Masih Dijual Bebas
Rabu, 14 November 2012 – 10:20 WIB

PURWOKERTO - Sedikitnya, 20 jenis satwa yang dilindungi masih diperjualbelikan secara ilegal di sejumlah pasar tradisional di Banyumas. Hal itu sesuai dengan investigasi dan penelusuran yang dilakukan jaringan mata satwa yang dirilis para aktivis Biodiversity Society Purwokerto, Selasa (13/11). "Satwa-satwa yang diperjualbelikan bebas di pasaran tradisional antara lain Elang Brontok, ular, Kucing Hutan, Kukang dan lainnya. Kita sangat prihatin. Karena itu, pihak berwenang dalam hal ini bisa kepolisian, BKSDA dan lainnya belum bisa melakukan upaya untuk menekan angka perdagangan satwa yang dilindungi," kata Hariyawan Agung Wahyudi, salah satu pendiri Biodiversity Society Purwokerto sekaligus adalah Advisor di Board Raptor Indonesia.
Yudi, sapaan akrabnya menjelaskan, habitat di hulu Sungai Banjaran sangat beragam dan merupakan endemik dari berbagai binatang yang dilindungi pemerintah. Mulai primata seperti Owa Jawa, Rek Rekan, Elang Jawa, Monyet Ekor Panjang dan lainnya. Dari hasil penelitiannya, Owa Jawa yang ada di Lereng Selatan Gunung Slamet mencapai enam kelompok dimana jumlah tiap kelompok antara 2-4 ekor. Pesebaran dari tiap kelompok antara 1 KM persegi.
Selain itu, Biodivercity Society merilis, di Hulu Banjaran tinggal menyisakan 3 pasang Elang Jawa. Padahal, pada tahun 2005 lalu, masih ada sekitar 5 pasang Elang Jawa. Karena itu, dia berharap, seluruh masyarakat bisa melakukan perlindungan. Baik itu masyarakat Hutan Pangkuan Desa sebagai masyarakat yang paling terdekat dengan hutan, atupun masyarakat perkotaan untuk terus meredam perdagangan ilegal tersebut.
PURWOKERTO - Sedikitnya, 20 jenis satwa yang dilindungi masih diperjualbelikan secara ilegal di sejumlah pasar tradisional di Banyumas. Hal itu sesuai
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News
JPNN VIDEO
-
Wapres Gibran Ajak Puluhan Anak Panti Asuhan Belanja Baju Lebaran Baru
-
Dunia Hiburan Tanah Air Berduka, Ray Sahetapy Meninggal Dunia
-
57.000 Pengunjung Padati Taman Margasatwa Ragunan
-
Jumlah Penumpang Mudik di Bandara Depati Amir Menurun Tahun Ini
-
Jumlah Penumpang Mudik di Bandara Depati Amir Menurun Tahun Ini
BERITA LAINNYA
- Riau
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Polisi Tindak Tegas Oknum yang Buang Sampah di TPS Liar
Kamis, 03 April 2025 – 17:48 WIB - Riau
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Polisi Tindak Tegas Oknum yang Buang Sampah di TPS Liar
Kamis, 03 April 2025 – 17:48 WIB - Daerah
Kapolres Cianjur: Jalur Puncak Lancar Saat Angkot Tak Beroperasi
Kamis, 03 April 2025 – 17:13 WIB - Daerah
Narapidana di Lapas Lombok Barat Bisa Video Call dengan Keluarga
Kamis, 03 April 2025 – 16:34 WIB
BERITA TERPOPULER
- Gosip
Surya Sahetapy Akhirnya Tiba di Rumah Duka
Jumat, 04 April 2025 – 00:59 WIB - Sepak Bola
Laga Perdana Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Tidak Gentar Lawan Korea Selatan
Jumat, 04 April 2025 – 00:01 WIB - Gosip
Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Raya: Kak Surya Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Video Call
Jumat, 04 April 2025 – 00:44 WIB - Jateng Terkini
Banjir Solo, Underpass Joglo Ditutup, Warga Dievakuasi
Jumat, 04 April 2025 – 01:23 WIB - Humaniora
Tiga Pemotor Asal Depok Tewas Seusai Tabrak Pohon di Bandung
Jumat, 04 April 2025 – 00:40 WIB