Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

509 Stan di Pasar Lawang Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 10 miliar

Jumat, 19 April 2019 – 03:26 WIB
509 Stan di Pasar Lawang Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 10 miliar - JPNN.COM

jpnn.com, MALANG - Setidaknya 509 stan ludes terbakar dalam kebakaran yang melanda Pasar Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Lawang Sigit Sugiharto mengatakan. Pihaknya belum melakukan pengecekan secara detail. Sebab kondisi pasar yang masih panas. Namun sesuai perkiraan layout, ada sebanyak 328 loss, 174 bedak, dan 7 toko yang terdampak.

Kerusakan terjadi di blok Selatan, L1, L3, L4, dan blok H, serta blok I. “Sesuai layout karena jenis jualan tidak sama, belum bisa terjun, perkirakan (kerugian) sekitar Rp 10 miliar,” terang Sigit, Kamis (18/4).

Ketika ditanya terkait langkah terhadap pedagang yang terdampak, UPTD Pasar Lawang akan mendata terlebih dahulu. “Sementara kami akan mendata yang terkena musibah dan nanti koordinasi dengan paguyuban pedagang. Kami akan mengambil sikap. Koordinasi dengan pihak muspika dan dinas terkait,” tutur Sigit.

Sebelumnya, UPTD Pasar Lawang sudah koordinasi secara lisan untuk mencari solusi. Salah satunya terkait rencana relokasi agar pedagang bisa beraktifitas kembali. “Rencana relokasi, sementara sesuai pandangan ada di lantai 2 sebelah Utara. Kebetulan ada yang kosong,” ujar Sigit.

Namun mengingat tempat yang cukup sempit, proses relokasi akan membutuhkan tempat lain. Kemungkinan pedagang akan diletakkan di jalan. “Dalam hal ini kami sudah coba koordinasikan dengan pihak kepala desa dan bapak camat,” terangnya.

Sebelumnya, beberapa pedagang ada yang nekat kembali masuk pasar untuk menyelamatkan barang dagangannya. Garis polisi pun belum terpasang di lokasi kebakaran. Sehingga pedagang masih merasa aman untuk masuk ke dalam.

“Di lapangan, dia (pedagang) merasa posisi aman. Sebenarnya tidak boleh. Belum adanya police line karena PMK masih terus membasahi sampai benar-benar tidak mengeluarkan asap,” paparnya.

loading...