Alexa Analytics

Apresiasi Liga Muslim Dunia untuk Ikhtiar MPR Seminarkan Agama dan Negara

Jumat, 28 Februari 2020 – 21:55 WIB
Apresiasi Liga Muslim Dunia untuk Ikhtiar MPR Seminarkan Agama dan Negara - JPNN.COM
Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Sekjen Liga Muslim Dunia Syekh Dr Muhamad Abdul Karim Al Issa memukung gol pada pembukaan seminar Beragama yang Harmonis & Konstruktif Menguatkan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Foto: MPR

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo membuka seminar nasional tentang agama dan negara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/2). Seminar hasil kerja sama MPR dengan Liga Muslim Dunia itu mengangkat tema Beragama yang Harmonis dan Konstruktif Menguatkan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Pembukaan seminar ditandai dengan pemukulan gong. Bamsoet -panggilan akrabnya- yang didampingi para wakil ketua MPR, memukul gong di hadapan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Syekh Dr. Muhamad Abdul Karim Al Issa serta pimpinan ormas keagamaan.

Syekh Dr. Muhamad  Abdul Karim Al Issa menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada MPR yang telah mengundang serta memintanya menjadi pembicara kunci pada seminar nasional itu. Menurutnya, seminar tersebut sangat baik karena membahas soal agama dan kewarganegaraan.

Terlebih lagi, narasumber pada acara tersebut merupakan tokoh-tokoh lintas agama yang ada di Indonesia. Di antaranya adalah Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr. Syafiq A. Mughni, Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, Uskup Keuskupan Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur, Ketua Permabudhi Prof. Dr. Philip K. Wijaya, Ketua PHDI Wisnu Bawatenaya, serta Ketua Matakin Budi Santoso Tanuwibowo. 

Abdul Karim mengatakan, agama dan kewarganegaraan memiliki hubungan yang erat. Menurutnya, agama dapat  mengantarkan seseorang menjadi warga negara  yang baik.

Sementara konstitusi, katanya, dibuat untuk menyelaraskan   hubungan antara  agama dan kewarganegaraan. “Sehingga menjauhkan agama dari kesan radikalis  dan ekstrimis,” ujarnya.

Lebih lanjut Abdul Karim mengatakan, membahas masalah agama dan kewarganegaraan secara bersamaan akan membawa keharmonisan bagi keduanya. Ia menyebut kesimpulan dari seminar itu sebagai  piagam kebersamaan untuk mengembangkan kemanusiaan yang baik.(eno/jpnn) 

loading...