Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Catatan Ketua MPR RI: Bekerja Mewujudkan Akhir Pandemi

Jumat, 11 Desember 2020 – 16:17 WIB
Catatan Ketua MPR RI: Bekerja Mewujudkan Akhir Pandemi - JPNN.COM
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Foto: Humas MPR.

jpnn.com, JAKARTA - Virus corona belum akan lenyap, tetapi dunia mulai fokus pada upaya mengakhiri pandemi Covid-19. Ditandai oleh tibanya 1,2 juta vaksin corona dari Tiongkok, Indonesia pun segera bergerak pada arah yang sama. Fakta ini hendaknya mampu membangkitkan optimisme masyarakat.

Diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu (6/12), 1,2 juta dosis vaksin corona produksi Sinovac itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada hari yang sama.

Presiden juga menambahkan bahwa pemerintah masih mengupayakan tambahan 1,8 juta dosis lagi yang dijadwalkan tiba awal Januari 2021. Selain itu, bahan baku untuk 15 juta dosis vaksin akan tiba bulan ini, sementara tambahan bahan baku untuk pembuatan 30 juta dosis vaksin dipastikan tiba di Indonesia juga pada Januari 2021. Bahan baku vaksin corona itu akan diolah dan diproduksi oleh PT Bio Farma.

Di tengah panik global akibat ketiadaan atau sangat minimnya volume produksi vaksin penangkal Covid-19, fakta tibanya 1,2 juta vaksin corona, plus komitmen mendapatkan bahan baku untuk pembuatan 45 juta dosis vaksin corona, itu sangat layak diapresiasi.

Kendati masih jauh dari jumlah kebutuhan riil minimum, 1,2 juta vaksin corona itu layak dimaknai sebagai peruntungan yang menjadi modal awal dan sumber kekuatan Indonesia memulai vaksinasi mewujudkan kekebalan komunitas (herd immunity).

Patut untuk diketahui bahwa keterbatasan volume produksi global pada tahap sekarang hingga tahun 2021 menyebabkan vaksin corona menjadi produk kesehatan yang diperebutkan semua negara. 

Karena berbiaya mahal, banyak negara tidak berinisiatif mengembangkan dan memproduksi vaksin corona.

Menurut Worldometer, populasi manusia hingga Oktober 2020 sudah mencapai 7,8 miliar jiwa.