Hapus Pungli, Pegawai Lapas Minta Insentif Naik
Senin, 14 Januari 2013 – 07:34 WIB
MATARAM-Pengurangan insentif petugas dapat memicu terjadinya pungutan liar (pungli) di rumah tahanan (rutan) maupun lembaga pemasyarakatan (lapas). Hal itu diungkapkan salah seorang petugas Rutan Bima dalam rapat koordinasi strategi pelaksanaan kegiatan dan program aksi tahun 2013 kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) NTB yang dihadiri Sekjen Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto. ‘’Kita minta insentif dinaikan, agar pungli bisa dihindari,’’ katanya dalam rakor di Hotel Lombok Raya, Minggu (13/1). Dikatakan, insentif Rp 10 ribu per hari yang diterima petugas jauh lebih kecil dari tahun sebelumnya sebesar Rp 20 ribu. ‘’Insentif ini tidak cukup bagi petugas. Apalagi kita harus bekerja seharian,’’ terangnya.
Sementara, Sekjen Bambang Rantam Sariwanto menjelaskan, besaran insentif tersebut sudah menjadi kebijakan yang tertuang dalam aturan. ‘’Kita akan dorong agar insentifnya naik,’’ jelasnya.
Disinggung mengenai maraknya pungli, ia mengatakan, sesuai program Wamenkumham Denny Indrayana, pungli tidak boleh dilakukan di lapas. Jika ditemukan, pihaknya menindak tegas sesuai aturan yang berlaku. ‘’Pada apel bersama, kita sudah sampaikan agar petugas tidak melakukakan pungli,’’ tegasnya.
MATARAM-Pengurangan insentif petugas dapat memicu terjadinya pungutan liar (pungli) di rumah tahanan (rutan) maupun lembaga pemasyarakatan (lapas).
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News
JPNN VIDEO
-
Jokowi Memanfaatkan Prabowo Subianto? Kapolri Bereaksi Begini | Reaction JPNN
-
Rencana BP Taskin Ingin Selaraskan Data Kemiskinan Menjadi Satu Data Tunggal
-
Klarifikasi MWA UI: Gelar Doktor Menteri Bahlil Menyesuaikan Jadwal Yudisium
-
Peduli Lingkungan, Sekolah-Sekolah di Bali Ikut Kompetisi Daur untuk Negeri
-
Wapres Gibran Sapa Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
BERITA LAINNYA
- Daerah
Bupati Mimika Jelaskan Terkait Demo Aliansi Pemuda Amungme soal Perekrutan CPNS
Minggu, 17 November 2024 – 22:40 WIB - Daerah
Pembongkaran Pasar Tumpah Bogor Dibatalkan, Warga Ancam Bongkar Sendiri
Minggu, 17 November 2024 – 16:02 WIB - Daerah
Muhammad Musa'ad Tegaskan ASN Pelayan Masyarakat, Bukan Bos yang Minta Dilayani
Minggu, 17 November 2024 – 08:30 WIB - Sumsel
Romadhan Jadi Tersangka Kecelakaan Speedboat di Sungai Musi, Sebuah Fakta Terungkap
Sabtu, 16 November 2024 – 22:02 WIB
BERITA TERPOPULER
- Pilkada
Hasto Ajak Rakyat Merenung, Apakah Jokowi dan Keluarganya Harus Dibiarkan
Minggu, 17 November 2024 – 19:07 WIB - Pilkada
Hasil Survei Pilgub Jateng Beda, Persepi Diminta Buka Data Lengkap SMRC & Indikator
Minggu, 17 November 2024 – 20:06 WIB - Humaniora
Terima Aspirasi Aliansi Pejuang Seleksi CPNS 2024, Paul Finsen Mayor Berharap Prabowo Turun Tangan
Minggu, 17 November 2024 – 22:18 WIB - Politik
Soal Hasil Survei SMRC, Jokowi Berkomentar Begini
Minggu, 17 November 2024 – 21:10 WIB - Tokoh
Eks Tim Mawar Kenang Presiden Prabowo yang Rela Korbankan Diri demi TNI
Minggu, 17 November 2024 – 18:55 WIB