Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Hendropriyono Kesal Media Australia Terus Menggoreng Isu Papua

Senin, 23 Desember 2019 – 21:03 WIB
Hendropriyono Kesal Media Australia Terus Menggoreng Isu Papua - JPNN.COM
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono meminta pihak Australia tidak mencampuri urusan Papua. Foto: Fathan Sinaga/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono meminta pihak Australia tidak mencampuri urusan Papua. Menurut Hendro, negara kanguru itu melalui media ABC terus menggalang opini bahwa pemerintah Indonesia melakukan penyerangan di Papua.

"Ini sudah dalam keadaan menurut saya kritis. Kami lihat kemarin di ABC Australia TB di acara Six O'clock News, itu berita diulang-ulang tentang Papua, tentang kasus Papua, yang betul-betul memprovokasi. Ini nampak sekali penggiringan opini umum supaya masyarakat Australia itu menjadi prokepada langkah-langkah yang nantinya diambil Papua," kata Hendro di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/12).

Pria yang berlatar belakang militer ini menilai pemberitaan itu sangat menyudutkan Indonesia. Hendro juga mendengar informasi intelijen akan ada gerakan menyerang Freeport Indonesia.

"Kalau ini sampai terjadi, kita sudah ketinggalan kereta, dan kita sudah ada di titik the point of no return, titik kita tidak bisa kembali lagi dan kita akan kalah," kata Hendro.

Hendro juga melihat ada legitimasi terhadap gerakan oknum-oknum tak bertanggung jawab dengan penyebutan Tentara Nasional Papua Barat (TNPB). Hendro menilai umpamaan itu tak tepat, padahal mereka adalah pemberontak. Bahkan sampai ada kampanye dari kelompok pemberontak untuk menembak tentara dan polisi Indonesia.

Menurut Hendro, hal ini didengungkan sebagai upaya menyeret dunia internasional terlibat. Oleh karena itu, Hendro meminta pemerintah segera terlibat dalam penanganan Papua. Bahkan melakukan upaya diplomasi dengan dunia internasional.

"Jangan tenang-tenang saja. Karena gini, kita masih saja menggangap mereka KKB, kelompok kriminal bersenjata, bukan. Mereka ini adalah pemberontak. Masalah ini bukan kriminal saja," jelas Hendro. (tan/jpnn)

loading...