Indonesia Ajak Anggota Gerakan Nonblok Hadapi Tantangan Dunia Kerja
jpnn.com, JENEWA - Indonesia mengajak negara-negara yang tergabung dalam Gerakan Nonblok (GNB) agar meningkatkan perannya sebagai mitra efektif dalam International Labour Organization (ILO).
ini dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia kerja.
Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Kementerian Ketenagakerjaan Sugeng Priyanto mengatakan, Indonesia siap untuk bekerja sama dengan negara-negara anggota GNB untuk menghadapi tantangan dunia kerja secara lebih adaptif dan responsif
BACA JUGA: Indonesia Dukung Sierra Leone dan Somalia Kembali Dapatkan Hak Suara di ILO
"Kita harus tetap berkomitmen untuk bekerja secara kolektif untuk mencapai pekerjaan yang layak dan pertumbuhan inklusif bagi semua. Hal itu guna memanfaatkan peluang dan untuk memastikan bahwa kita akan berkontribusi pada perdamaian abadi," kata Sugeng saat menyampaikan pernyataan Indonesia pada rapat kerja Menteri Ketenagakerjaan Gerakan Non-Blok, dalam International Labour Conference (ILC) ke-108, Jenewa, Swiss, Senin (17/6).
Sugeng mengatakan GNB harus memainkan peran penting dalam ILO untuk memastikan implementasi yang efektif dari agenda yang berpusat pada manusia (human-centered agenda) yang diusulkan.
Menurut Sugeng ada tiga langkah ke depan yang harus dipertimbangkan oleh GNB untuk menangani beberapa masalah ketenagakerjaan yang menjadi perhatian bersama di ILO. Pertama yaitu memastikan inklusivitas dan efektifitas ILO.
"Kami berpandangan bahwa para anggota GNB harus terus mendesak ILO untuk mempercepat upayanya mempromosikan penerimaan Instrumen Amandemen 1986 terhadap Konstitusi ILO. Semua wilayah harus diwakili secara setara dalam Governing Body ILO," kata Sugeng.