Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Info Terkini dari Polisi Soal Kades Joni yang Diserang Pakai Kapak saat Cek Pos COVID-19

Kamis, 07 Mei 2020 – 19:17 WIB
Info Terkini dari Polisi Soal Kades Joni yang Diserang Pakai Kapak saat Cek Pos COVID-19 - JPNN.COM
Kepala Desa Tanjung Gunung Sei Bingai Langkat dibacok warganya kini mendapat perawatan di rumah sakit Bidadari Binjai. Foto: ANTARA/HO-Polres Binjai

jpnn.com, BINJAI - Polisi masih terus memburu pelaku pembacokan terhadap Joni Surbakti, 50, Kepala Desa Tanjung Gunung Kecamatan Sei Bingei, Langkat, Sumut, Rabu (6/5).

Polisi juga mengatakan belum mengetahui motif pelaku hingga membacok korban dengan kapak hingga menyebabkan korban mengalami luka di kepala dan tangan.

"Pelaku pembacokan belum tertangkap dan masih melarikan diri sementara petugas sudah melakukan pengejaran guna menangkap dan mengungkap apa motif pelaku," kata Kasubag Humas Polres Binjai AKP Siswanto Ginting, di Binjai, Kamis.

Seperti diketahui peristiwa yang menimpa Joni Surbakti, 50, Kepala Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat itu terjadi pukul 11.00 WIB, di Dusun II Desa Tanjung Gunung, tepatnya di pinggir jalan depan Kantor Desa Tanjung Gunung.

Sementara pelaku dalam hal ini Riski Ginting, 18, warga Dusun I Desa Tanjung Gunung Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat, hingga kini belum berhasil diringkus.

Saat itu Kepala Desa Tanjung Gunung bersama supirnya ingin melaksanakan pengecekan pos COVID-19 yang ada di Desa Tanjung Gunung, tiba-tiba datang pelaku langsung menyerang korban dengan mengunakan sebilah kampak dan mengenai kepala dan tangan korban.

Kemudian korban lari masuk ke kantor desa dan si pelaku langsung melarikan diri dan tidak ada yang berani mengejar dikarenakan pelaku masih memegang sebilah kampak, usai melakukan perbuatannya.

Saat ini korban masih dirawat di RS Bidadari Binjai sementara anak korban Lisna Devi Sari telah melaporkan kejadian ini ke Polres Binjai guna diproses dengan hukum yang berlaku, katanya.

loading...