Alexa Analytics
Gerakan Satu Indonesia Stop Corona

Ini 8 Aturan Minum Antibiotik yang Benar

Jumat, 10 April 2020 – 19:40 WIB
Ini 8 Aturan Minum Antibiotik yang Benar - JPNN.COM
Obat antibiotik. Foto: Yahoo.com

jpnn.com - Penggunaan antibiotik secara tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik. Hal ini membuat suatu antibiotik yang tadinya membawa manfaat, tak lagi mampu mengobati penyakit yang sama.

Tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik sebagai terapi, sebagian besar penyakit lebih sering disebabkan infeksi virus. Infeksi yang disebabkan oleh virus ini tidak membutuhkan antibiotik sebagai pilihan terapi. Antibiotik hanya diberikan untuk penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Aturan Minum Antibiotik yang Benar

Agar terhindar dari bahaya resistensi antibiotik, penting bagi Anda untuk mengikuti beberapa aturan minum antibiotik yang benar berikut ini:

  1. Tidak membeli obat antibiotik secara bebas atau tanpa resep.
  2. Minumlah golongan antibiotik yang memang dianjurkan atau diresepkan dokter.
  3. Tuntaskan antibiotik hingga waktu yang ditentukan, sekalipun Anda merasa sudah sehat. Ingat, antibiotik harus dihabiskan, tidak boleh kurang atau lebih dari batas waktu yang dokter berikan.
  4. Minum antibiotik sesuai dosis dan tepat waktu.
  5. Tidak menyimpan antibiotik di rumah sebagai obat cadangan.
  6. Tidak memberikan antibiotik sisa kepada orang lain.
  7. Tidak minum antibiotik yang diberikan dari orang lain.
  8. Pada beberapa orang, penggunaan antibiotik dapat menyebabkan efek samping seperti gangguan pencernaan dan alergi. Ingat nama antibiotiknya dan kenali tanda alergi seperti kemerahan pada kulit, bengkak, atau sesak napas. Jika muncul tanda alergi tersebut, segera ke dokter untuk mendapatkan pertolongan.

Kini Anda sudah mengetahui fakta medis tentang penggunaan antibiotik yang benar. Oleh karena itu, Anda diharapkan tak lagi berbagi antibiotik atau mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter, sekalipun gejala penyakitnya sama.

Anda tak ingin mengalami resistensi antibiotik dan membuat bakteri jahat menjadi kebal terhadap obat-obatan, bukan? Yuk, lebih bijak menggunakan antibiotik untuk diri sendiri dan keluarga.(klikdokter)

loading...