Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Kemendikbud Optimistis Menciptakan 66 Ribu Tenaga Kerja Terampil dari Lembaga Kursus

Senin, 15 Juni 2020 – 21:07 WIB
Kemendikbud Optimistis Menciptakan 66 Ribu Tenaga Kerja Terampil dari Lembaga Kursus - JPNN.COM
Wartanto, Plt. Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbud, Foto: mesya

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi meluncurkan program penguatan untuk mempersiapkan angkatan kerja muda dengan bekal pendidikan dan keterampilan.

Dalam program penguatan ini, Direktorat Kursus dan Pelatihan akan mengawinkan satuan pendidikan penyelengara kursus dan pelatihan dengan Dunia Usaha-Dunia Industri (DUDI), UMKM, masyarakat perbankan dan para wirusahawan.

“Tujuannya membangun SDM muda yang berketerampilan kerja maupun berwirausaha mandiri dan bermartabat,” ujar Wikan Sakarinto, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi melalui telekonferensi, Senin (15/6).

Artinya, sama dengan strategi pada pendidikan formal (vokasi), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) juga “dinikahkan” dengan Industri, Dunia Kerja dan Dunia Usaha. Sehingga "pernikahan massal" kursus dan pelatihan akan menciptakan SDM yang sesuai dengan kebutuhan riil di dunia kerja, tambah Wikan.

Pada peluncuran program ini, ada dua program yang akan disinergikan dengan DUDI yaitu Program Kecakapan Kerja (PKK) dan Program Kecakapan Wirausaha (PKW). Pada PKK sasarannya adalah 50 ribu orang. Sedangkan PKW akan diberikan kepada 16.676 orang.

Dengan adanya sinergi melaui kedua program ini diharapkan dunia usaha mampu menjamin keterserapan lulusan di dunia kerja serta membantu terwujudnya lulusan merintis usaha sendir.

“Apalagi, dengan target yang relatif masif tahun 2020, yaitu sekitar 50 ribu orang calon peserta Program Pelatihan Kecakapan Kerja (PKK), program ini harus dilakukan sinergi dan gotong royong antara LKP dengan berbagai pihak, terutama DUDI dan dunia kerja,” kata Wikan.

Prinsipnya, LKP harus juga menikah dengan DUDI dan dunia kerja. "Link and Match" ini akan lebih memastikan kesesuaian dan daya serap lulusan di dunia kerja. Sehingga lulusan akan segera memiliki kemandirian untuk mencapai kehidupan yang lebih mapan.

loading...