Ketika Capek Menulis Mirip
Kamis, 17 Juni 2010 – 09:40 WIB
Motif pengakuan itu adalah dia mendapat ancaman pemerasan. Letterman diminta untuk membayar USD 2 juta (Rp 19,2 miliar) jika tidak mau skandalnya terbuka. Namun, Letterman justru merasa itu adalah momen dirinya harus membuat pengakuan. Hasilnya, Letterman tetap tidak dipandang sebelah mata oleh publik Amerika. Meskipun, dia memilih tak memandu lagi acara tersebut.
Lalu, apa lagi yang ditunggu oleh Lunatariel untuk tidak secara gentle mengakui video itu. Dari berbagai contoh tersebut bisa dilihat bahwa publik lebih menghargai seorang superstar yang manusiawi. Bukan superstar yang tak bisa berbuat salah. Tapi, bintang yang mampu menjadi inspirasi. Yang ketika berbuat salah, kemudian gentle mengakui.
Apalagi, Lunatariel mempunyai sumber daya untuk melakukan kerja humas yang sangat hebat. Di sebuah situs mengenai karir, ada sebuah diktum yang (mungkin) bisa digunakan Lunatariel untuk menghadapi hal itu. Tell the truth, and tell it fast, Katakan sejujurnya tanpa menunggu waktu berlarut-larut. Bila sudah tersudut dan tak bisa disangkal lagi, bersikap mengambang justru mengurangi respek. (JP)