Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Kisah Haru: Cerita Orang Tua yang Gantikan Anaknya Wisuda

Minggu, 01 November 2020 – 01:30 WIB
Kisah Haru: Cerita Orang Tua yang Gantikan Anaknya Wisuda - JPNN.COM
Meninggal usai skripsi, wisudawati Universitas Muhammadiyah Bengkulu digantikan orang tua. Foto Antarabengkulu.com/Bisri Mustofa

jpnn.com, BENGKULU - Acara wisuda di Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) Periode II 2020 pada Rabu (28/10) lalu menyisakan haru yang mendalam.

Itu setelah diketahui salah satu orang tua mewakili anaknya dalam prosesi pemindahan toga.

Dalam rapat senat terbuka orang tua dari Penty Gustini menjalani prosesi wisuda putrinya yang meninggal dunia karena sakit beberapa pekan menjelang wisuda.

Bak wisudawan dan wisudawati, kedua orang tua Penty berjalan langkah demi langkah menuju panggung yang seharusnya menjadi panggung kebahagian sang putri karena telah menyelesaikan studinya. Toga kebesaran Penty waktu itu dikenakan sang ibu.

“Anak ku, kutahu engkau ingin mempersembahkan yang terbaik untuk ayah dan ibu, kita mungkin punya kehendak, tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala punya kehendak lain. Seharusnya engkau ada di sana anakku bersama dengan teman-teman yang lain," kata orang tua almarhumah.

Pihak Dekan FKIP Biologi UMB, Elfahmi Lubis mengatakan almarhumah Penty Gustini adalah mahasiswi didikannya.

“Keluarga besar universitas mengucapkan bela sungkawa mendalam atas kepergian almarhumah. Semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan. Aamiin,” tutup Elfahmi.

Saat itu, seluruh ruangan menjadi hening dan terdengar isak tangis teman-teman almarhumah dan tamu undangan. Begitu juga Rektor UMB Sakroni bersama anggota senat yang lain yang juga larut dalam suasana sedih dan haru.

BACA JUGA: Kronologi Dua Anggota TNI Dikeroyok Rombongan Pengendara Harley Davidson di Bukittinggi

Satu persatu mereka memberikan ucapan duka cita mendalam kepada kedua orang tua almarhumah, sambil memberikan semangat untuk menerima musibah ini dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.(antara/jpnn)