Kitas Bantu Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif lewat Inovasi Teknologi
"Kami tidak terfokus di politik namun juga menangkap aspirasi semua teman-teman, salah satunya K-Popers. Apalagi Rumah Aspirasi terbuka untuk semua kegiatan, mulai dari seni, budaya, ekonomi kreatif dan sebagainya demi menggali dan mengembangkan potensi para generasi muda," terang Rangga Gusman.
Rangga menilai kondisi Indonesia yang heterogen dan kaya akan keragaman sosio-kultural, mampu memberikan sumber inspirasi bagi masyarakatnya untuk kreatif dan berinovasi.
Hal itu membuat kondisi tersebut merupakan suatu potensi besar yang perlu dijaga dan dikembangkan dalam menumbuhkan industri berbasis inovasi dan kreativitas, seperti sektor musik, hiburan, kerajinan, fesyen, animasi dan lainnya.
Dia mengingatkan banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari K-pop. Misalnya saja tentang dari semangat mereka berkarir, mulai dari mencari talenta terbaik dalam bernyanyi, menari, akting atau modeling, pelatihan, kerja sama dalam mencapai kesuksesan, memiliki attitude yang baik, cara mereka berpromosi hingga memperluas pangsa pasarnya, kemudian kita aplikasikan namun tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal.
"Dari situlah kita akan belajar bahwa kesuksesan tidak diraih secara instan, butuh usaha dan kerja keras untuk mewujudkannya," papar Rangga.
Apresiasi juga disampaikan Mohammad Andri selalu Kepala Divisi Pelayanan Relawan Rumah Aspirasi.
Menurutnya, penghargaan terhadap kebudayaan dan seni menjadi perhatian serius dari bakal calon Presiden 2024 Ganjar Pranowo.
Lebih jauh, Didit- begitu sapaannya- mengingatkan dukungan Ganjar untuk para pelaku kreatif dan untuk belajar dari K-pop.