Alexa Analytics

Komando Tugas Gabungan Terpadu Gelar Bakti Sosial Kesehatan di Natuna

Selasa, 11 Februari 2020 – 23:52 WIB
Komando Tugas Gabungan Terpadu Gelar Bakti Sosial Kesehatan di Natuna - JPNN.COM
Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono selaku Pangkogasgabpad Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna menggelar bakti sosial kesehatan kepada masyarakat Natuna di Penagi, Natuna, Kepri, Selasa (11/2). Foto: Puspen TNI

jpnn.com, NATUNA - Personel TNI-Polri yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) yang dipimpin Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono selaku Pangkogasgabpad Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna menggelar bakti sosial kesehatan kepada masyarakat Natuna di Penagi, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (11/2/2020).

Bakti sosial kesehatan ini dilaksanakan dan bekerja sama dengan kemenkes RI, dalam hal ini Diskes Kabupaten Natuna dan pemerintahan Kabupaten Natuna. Dalam kegiatan ini hadir sekitar 300 orang masyarakat di Penagi serta bersama sama aparat TNI-Polri.

Pada acara tersebut, Dandim 0318 Letkol Czi Ferry Kriswardana, Danyon Komposit I/Garda Pati Letkol Inf Rahmad, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Tunggul, Danlanud Raden Sadjat Kolonel Pnb. Ferlyanto, Dansat Brimob Kombes Pol Muhammad Rendra Salipu, Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi K, Kadiskes Kabupaten Natuna Rizal Reinaldi, Tim Kemenkes Ibu dr. Hermita, mengikuti kegiatan bersama masyarakat sekaligus menyaksikan antusias masyaràkat yang berbondong-bondong datang untuk berobat.

Di hadapan awak media, Laksdya TNI Yudo Margono menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan dari pos pelayanan kesehatan dapat terjalin silahturahmi sekaligus untuk mengetahui keluhan masyarakat.

“Kita juga mengadakan makan ayam goreng bersama yang terkenal di Penagi agar semua masyarakat dapat menikmati dan turut merasakan, kenikmatannya,” ujarnya.

“Pelayanan kesehatan ini meliputi pemeriksaan tensi, pemberian obat-obatan, masker dan cairan anti septik kepada masyarakat,” katanya.

Pangkogasgabpad juga menyampaikan bahwa kekhawatiran masyarakat selama ini terhadap observasi WNI di Natuna sudah disosialisasikan dan dipublikkasikan melalui media.

“Alhamdulillah tidak ada hal-hal yang menonjol dan dikhawatirkan. Tetapi untuk lebih jelasnya bisa bertanya langsung kepada aparat kesehatan yang ada di masyarakat,” katanya.

loading...