Alexa Analytics
Gerakan Satu Indonesia Stop Corona

Konon Elektabilitas Putra dan Menantu Jokowi Meningkat Jelang Pilkada 2020

Rabu, 19 Februari 2020 – 22:55 WIB
Konon Elektabilitas Putra dan Menantu Jokowi Meningkat Jelang Pilkada 2020 - JPNN.COM
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tengah berbicara dengan sekretaris jenderal partainya, Hasto Kristiyanto pada pengumuman nama-nama calon kepala daerah dari PDIP untuk Pilkada 2020. Foto; Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa elektabilitas putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bernama Gibran Rakabuming Raka jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Surakarta atau Solo terus meningkat. Menurut Hasto, hal serupa juga dialami menantu Jokowi, Bobby Nasution yang mau bersaing di Pilwako Medan.

"Kalau dari survei, memang Mas Bobby itu elektoralnya cenderung meningkat," kata Hasto di kantor pusat DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (19/2).

Hasto menambahkan, Bobby mau belajar cara memimpin sebuah daerah. Selain itu, suami Kahiyang Ayu tersebut juga mau belajar kepada para kepala daerah dari PDIP.

"Beberapa pekan lalu kami menyarankan Mas Bobby belajar dari kepala daerah asal PDIP seperti Bupati Banyuwangi (Abdullah Azwar Anas, red). Jadi diam-diam dia sudah belajar bagaimana kepemimpinan yang efektif, yang baik," ucap Hastio.

Adapun soal elektabilitas Gibran jelang Pilwako Solo, Hasto menyebut putra sulung Presiden Jokowi itu menjadi magnet tersendiri. Sebab, banyak anak-anak muda di Solo yang antusias terjun ke politik karena tertarik Gibran.

"Elektoral Mas Gibran juga dari hasil survei menunjukkan tren meningkat. Ada antusiasme bagi anak-anak muda untuk bergabung," ucap dia.

Namun, Harto tidak bisa memastikan apakah PDIP bakal mengusung Gibran dan Bobby pada Pilkada 2020. Alasannya, keputusan akhir soal itu ada pada Ketua Umum PDIP MEgawtai Soekarnoputri.

"Sekali lagi, keputusan berada di tangan Bu Megawati. Tugas DPP adalah menyiapkan pemetaan politik dan melakukan survei politik, kemudian Bu Megawati mengambil keputusan," ucap Hasto.(mg10/jpnn)

loading...