Krisis Global Mengubah Gaya Berbelanja Warga Inggris (3-Habis)
Pergi ke Turki, Pemimpin Oposisi Dianggap Bermewah-mewahSabtu, 03 Januari 2009 – 02:30 WIB
Anggota parlemen dari Partai Buruh, Denis MacShane, menganggap tindakan Cameron sebagai tidak pantas. “Ketika sebagian besar warga Inggris melakukan penghematan besar-besaran, dia malah dua kali berlibur,” katanya kepada Daily Mirror.
Dampak begitu ketatnya warga Inggris menyimpan dompet itu membuat banyak industri terpukul. Gaya hidup baru yang menyebut staying in is new going out (tinggal di rumah adalah pilihan baru pergi ke luar) membuat para pengusaha restoran ketir-ketir. Sebab, kelangsungan industri restoran atau hospitality industry itu sangat penting bagi ekonomi Inggris. Sebab, industri jasa bernilai 75 miliar poundsterling dan mampu menyerap hampir 2 juta tenaga kerja.
Berbagai kiat dilakukan. Misalnya, pemilik restoran meminta para juru masak melakukan “menu-engineering” alias mengakali menu agar bisa menekan pengeluaran sehingga harga jual bisa turun atau setidaknya tetap.