Laba Bersih Pertamina Lampaui Target
Kuartal III Sudah Tembus Rp 19 TSabtu, 10 Desember 2011 – 10:25 WIB
Selain faktor produksi migas, pundi-pundi laba Pertamina terdorong tingginya harga minyak yang tahun ini stabil di kisaran USD 90?USD 110 per barel. Angka itu relatif lebih tinggi dibandingkan tahun lalu."Karena itu, sampai akhir tahun nanti total laba 2011 kami proyeksikan bisa Rp 21 triliun," sebutnya.
Sebagai gambaran, laba terbesar sepanjang sejarah Pertamina dicapai pada 2006 ketika menembus Rp 21,16 triliun. Setelah itu, mulai 2007-2010 laba Pertamina berfluktuasi di bawah Rp 20 triliun. Menurut Harun, ke depan Pertamina akan fokus menggenjot kinerja di sektor hulu untuk mengerek laba. Karena itu, Pertamina sudah menyiapkan dana Rp 408,6 triliun untuk mengejar target produksi 1 juta barel per hari. "Itu investasi multiyears untuk periode 2011-2014," ujarnya.
Sayangnya, hingga akhir triwulan III 2011 realisasi investasi atau belanja modal Pertamina masih tersendat di kisaran Rp 13 triliun atau 35 persen dari total alokasi Rp 37,7 triliun. Harun menyebut, beberapa kendala yang menghambat penyerapan investasi di antaranya akibat gagalnya beberapa rencana akuisisi, serta terhambatnya proyek geothermal karena masalah perizinan. "Kami berharap, sampai akhir tahun nanti, realisasi investasi bisa 70 persen agar kinerja produksi migas ke depan makin bagus," katanya. (owi/oki)