LSI: Pasangan Rahmat-Jihan Unggul Dibandikan Arinal-Sutono
Namun, meski popularitas Arinal Djunaidi sebagai petahana ada pada kisaran 90,7 persen, tingkat kedisukaan responden terhadapnya menunjukkan sedikit penurunan dari 63,2 persen pada Juli menjadi 59,2 persen pada Oktober.
Kedua, lanjut Yoes, dari responden yang mengetahui kedua nama kandidat gubernur, citra personal Rahmat Mirzani Djausal unggul dari Arinal Djunaidi.
"Persepsi responden terhadap Rahmat mengungguli Arinal Djunaidi dalam aspek perhatian pada rakyat; jujur dan bersih dari korupsi; berani dan tegas; relijius dan taat agama; bugar dan sehat; dan mampu memimpin Lampung," tuturnya.
Faktor ketiga ialah sosialisasi yang dilakukan oleh Rahmat Mirzani Djausal juga dinilai lebih intensif dibandingkan Arinal Djunaidi.
"10,8 persen responden menyatakan bahwa mereka pernah melakukan pertemuan tatap muka langsung dengan Rahmat, 8,2 persen responden pernah melihat namanya di surat kabar/koran, 26,8 persen responden mengaku pernah melihat nama Rahmat di internet," tuturnya.
Faktor keempat, tingginya tingkat responden yang menyatakan mereka tidak menginginkan kembali petahana untuk menjadi Gubernur Lampung periode 2024-2029, meski mayoritas responden merasa puas dengan kinerjanya.
“Sebanyak 58,6 persen responden menyatakan mereka tidak menginginkan petahana untuk kembali menjabat sebagai Gubernur Lampung, meski ada 28,5 persen yang menyatakan mereka tetap menginginkan petahana untuk kembali memimpin Provinsi Lampung,” pungkas Yoes.
Survei itu sendiri dilakukan pada 14-22 Oktober 2024 dengan sampel basis sebanyak 800 responden menggunakan metode multi-stage random sampling.