MPR RI Siap Sambut Sekjen Liga Muslim Dunia
Ahmad Muzani menyatakan bahwa dengan kehadiran Syekh Muhammad diharapkan Indonesia dapat menyampaikan bagaimana keragaman dan kebersamaan di tanah air ini dibangun.
"Meskipun kebersamaan ini dibangun tetap saja masih sering menimbulkan pernak-pernik masalah, tetapi kita tidak pernah lelah dan tidak pernah merasa kalah untuk membangun kebersamaan ini," ujar Muzani.
Ia berharap Indonesia juga bisa menjadi contoh bagaimana membangun kebersamaan, perbedaan. "Kami berharap Sekjen Liga Muslim Dunia (Rabithah Alam Islami), Syekh Muhammad bin Abdul Karim Al-Isa bisa menjadikan Indonesia sebagai contoh bagaimana, kebersamaan, keragaman, bisa saling menghormati satu sama lain," katanya.
Karena itu, ujar dia, MPR memberikan penghormatan yang besar sekali atas kehadiran Syekh Muhammad di Indopnesia dalam rangka menerima gelar honoris causa dan seminar internasional. "Ini adalah bagian dari kunjungan balasan beliau atas kunjungan pimpinan MPR waktu di Jeddah, dan Riyadh, Arab Saudi akhir tahun yang lalu," ujar dia.
Ma'ruf Cahyono mengatakan bahwa ini adalah bagian langkah strategis MPR yang baru pertama kalinya melaksanakan seminar internasional di periode 2019-2024 ini. "Tentu selama ini bahwa keberadaan negara dengan prinsip-prinsip yang sangat bagus, ideologi konstitusi dan lain-lain tentu tidak hanya untuk diri kita sendiri, karena kedaulatan negara itu akan kukuh juga apabila ada pengakuan dari negara dan bangsa lain," katanya.
Karena itu, seminar internasional ini diharapkan sebagai langkah strategis untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia internasional yang itu sesungguhnya merupakan amanat dari pembukaan UUD NRI 1945, yakni ikut menciptakan ketertiban dunia dan lain-lain. "Artinya bahwa implementasi UUD itu tidak berhenti selesai pada hal-hal yang secara prinsipil diperlukan oleh kita sebagai bangsa tetapi juga memerlukan afirmasi, pengakuan dari bangsa lain," jelasnya. (boy/jpnn)