Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Nevi Harapkan Pelaku UMKM Mendapat Akses di Rest Area Tol Padang-Sicincin

Kamis, 08 April 2021 – 09:39 WIB
Nevi Harapkan Pelaku UMKM Mendapat Akses di Rest Area Tol Padang-Sicincin - JPNN.COM
Anggota DPR RI dari Provinsi Sumatera Barat Hj. Nevi Zuairina melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI di PT Hutama Karya (Persero) yang melaksanakan pembangunan Proyek Infrastruktur Tol Padang-Sicincin. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, PADANG - Anggota DPR RI dari Provinsi Sumatera Barat Hj. Nevi Zuairina menanggapi pelaksanaan pembangunan Proyek Infrastruktur Tol Padang-Sicincin.

Nevi ketika melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI di PT Hutama Karya (Persero) berharap para pelaku UMKM mendapat akses pada rest area yang akan dibangun sepanjang tol Padang - Sicincin.

“Saya minta UMKM mendapat tempat strategis di setiap rest area yang dibangun sepanjang tol. Ini akan menjadi etalase yang sangat bagus mencitrakan pemerintah berpihak pada UMKM dan rakyat kecil,” ujar Nevi dalam keterangan pers pada Kamis (8/4).

Nevi berharap para pelaku UMKM tidak perlu bersaing dengan para pengusaha besar karena apabila dibiarkan pasti pelaku UMKM akan terpinggirkan.

Politikus PKS ini menjelaskan kunjungan kerja pada Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2020-2021 ini menjalankan fungsi pengawasan proyek besar pemerintah yang sangat strategis bagi proses percepatan pembangunan.

Menurut Nevi, tol Padang-Sicincin ini merupakan bagian dari tol Padang-Pekanbaru yang mempunyai panjang total 254 kilometer dan terbagi menjadi enam seksi. Seksi I Padang-Sicincin, Seksi II Sicincin-Bukittinggi, Seksi III Bukittinggi-Payakumbuh, Seksi IV Payakumbuh-Pangkalan, Seksi V Pangkalan-Bangkinang, dan Seksi VI Bangkinang-Pekanbaru.

“Saya menyayangkan proyek besar ini melamban. Sudah dimulai dari awal 2018, namun hingga saat ini yang bebas baru 5 kilometer dari panjang proyek tol Padang-Sicincin sepanjang 36,2 kilometer,” ucap Nevi.

Namun, anggota Komisi VI DPR RINini menyadari adanya kendala pengerjaan tol akibat pembebasan lahan yang sangat lamban. Ditambah lagi, beban utang BUMN sudah terlampau tinggi, tren ini juga terus meningkat sejak beberapa tahun terakhir.