Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Oh Ternyata ini Penyebab Peningkatan Jumlah Kematian Pasien Covid-19 di Jatim

Jumat, 31 Juli 2020 – 06:45 WIB
Oh Ternyata ini Penyebab Peningkatan Jumlah Kematian Pasien Covid-19 di Jatim - JPNN.COM
Ventilator diperlukan untuk membantu pasien virus corona bernapas. ILUSTRASI. Foto: Reuters

jpnn.com, SURABAYA - Jawa Timur tercatat sebagai provinsi yang terbanyak menyumbang angka kematian pasien covid-19 di Indonesia. Terutama di Surabaya.

Menurut salah satu RS rujukan Covid-19 di Surabaya, salah satu faktor penyebab kematian akibat Covid-19 di Surabaya tinggi ialah keterbatasannya ventilator di RS.

Jumlah ventilator yang ada tak mencukupi peningkatan jumlah pasien yang membutuhkan.

"Jadi salah satu faktor penyebab kematian tinggi di RS ialah ventilator yang terbatas. Biasanya pasien yang memakai ventilator pasti diawali dengan gejala awal gagal nafas," kata Direktur RSIS Ahmad Yani, dr. Ahmad Arifin, MARS.

Samsul, sapaan akrab Ahmad menjelaskan, menurut data yang dia himpun di beberapa RS, dilaporkan 82 persen pasien yang memakai ventilator meningggal karena keterlambatan penggunaan ventilator. Sebab banyak pasien dibawa ke RS dengan kondisi gagal napas.

"Terlebih jika pasien memiliki komorbid, seperti diabet, hipertensi, obesitas dan lainnya. Maka, komorbid itu harus diobati dengan serius," ungkap Samsul.

Samsul memaparkan, untuk menyikapinya dibutuhkan peningkatan Early Warning System (EWS) atau sebagai rangkaian sistem komunikasi informasi yang dimulai dari deteksi awal, dan pengambilan keputusan selanjutnya harus kuat. Jika terlambat ditangani, pasien tidak dapat tertolong.

"Deteksi dini penting dilakukan agar tidak jatuh dalam gagal napas. Karena kalau sudah gagal napas pasti butuh ventilator dan ventilator terbatas. Kalau gagal napas, antre pakai ventilator, dan karena keterlambatan itu membuat pasien meninggal," ujarnya.

Selain ventilator, kendala lainnya adalah monitor untuk mengecek pernapasan. Samsul mengatakan, minimal jika sudah punya monitor, maka lebih mudah untuk mendeteksi pasien.

loading...