Alexa Analytics
Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Polisi Bongkar WhatsApp Grup Beranggotakan Ratusan Pelajar, Isinya Ya Ampun

Selasa, 01 Oktober 2019 – 23:51 WIB
Polisi Bongkar WhatsApp Grup Beranggotakan Ratusan Pelajar, Isinya Ya Ampun - JPNN.COM
Ilustrasi. Foto: Dokumen JPNN.com

jpnn.com, DELISERDANG - Jajaran Polres Deliserdang berhasil mengungkap WhatsApp Grup (WAG) berisi konten porno yang beranggotakan ratusan pelajar di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Terungkapnya kasus ini berawal dari pengamanan unjuk rasa yang dilakukan pelajar pada Jumat (27/9) sore di jalan Medan-tanjung Morawa Km 12, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumut.

Polisi mengamankan satu unit ponsel merek Xiaomi dari seorang pelajar ISA, 14.

Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan SIK langsung memerintahkan bawahannya agar melakukan penyelidikan terhadap peredaran konten porno di Grup WA milik pelajar tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ISA menjelaskan bahwa ponsel berisi grup konten porno tersebut diperoleh dari temannya sesama pelajar bernama inisial AS, 16, pelajar.

Berdasarkan informasi tersebut, pada Sabtu (28/9), polisi mengamankan AS yang diduga sebagai pemilik handphone dan mengamankan seorang pelajar lainnya bernama inisial MDS, 15, sebagai salah satu peserta dalam grup, dan dari yang bersangkutan juga diamankan satu unit handphone merk Evercoss yang juga berisi grup konten yang sama.

Kanit PPA, IPDA Resti Widya Sari menjelaskan hasil dari penelusuran terhadap ponsel merek Xiaomi milik pelajar tersebut, terdapat tiga grup berisi konten porno masing-masing grup dengan nama “Bobo Yuk”, beranggotakan 256 peserta dengan satu orang admin, grup “Surga Dunia”, beranggotakan 250 peserta dengan satu orang admin, grup “Together”, beranggotakan 240 peserta dengan satu orang admin.

Adapun konten-konten porno yang ada di grup WA tersebut berupa gambar-gambar dan video asusila yang tidak layak dilihat oleh anak di bawah umur.


BERITA LAINNYA