Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Rupiah Menguat di Akhir Pekan saat Mata Uang Asia Tertekan

Jumat, 03 April 2020 – 22:38 WIB
Rupiah Menguat di Akhir Pekan saat Mata Uang Asia Tertekan - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Kurs rupiah menguat lagi saat mata uang lain di Asia tertekan. Pada perdagangan Jumat (3/4), kurs rupiah ditutup pada level Rp 16.430 per dolar AS (USD).

Rupiah menguat 65 poin dibandingkan sebelumnya di level Rp 16.495 perUSD. Rupiah pada Jumat pagi hari dibuka menguat di posisi Rp 16.445 per USD.

Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 16.430 hingga Rp 16.505 per USD. Sementara merujuk kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah melemah menjadi Rp 16.464 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 16.741 per USD.

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, rendahnya suku bunga di berbagai bank sentral global terutama AS, Eropa dan Asia, menjadi daya tarik tersendiri untuk pasar dalam negeri. “Apalagi suku bunga masih relatif tinggi sehingga sangat wajar kalau pelaku pasar kembali yakin terhadap prospek pasar keuangan dan perekonomian domestik," katanya.

Hal tersebut terlihat dari mulai masuknya aliran modal asing (inflow) ke Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Mengacu data Bank Indonesia (BI) pada periode 30 Maret-2 April 2020, terjadi beli bersih (nett buy) di pasar keuangan domestik sebesar Rp 3,28 triliun.

Aliran modal masuk tersebut dominan berasal dari pembelian Surat Berharga Negara (SBN). Inflow dari SBN tercatat Rp 4,09 triliun, sedangkan di pasar saham pada periode tersebut masih terjadi net sell (outflow) Rp 820 miliar.

Menurut BI, data aliran modal masuk itu menandakan kepanikan investor akibat wabah COVID-19 makin berkurang. "Masuknya dana ke Indonesia ini mengartikan ada secercah harapan karena kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah, BI, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan keyakinan kepada pasar," ujar Ibrahim.

Dari eksternal, harga minyak mentah melonjak hampir 25 persen karena Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan resolusi untuk perang harga antara Arab Saudi dan Rusia.(antara/jpnn)

loading...