Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Sudah Jadi Korban Penikaman, Eh...Malah Dianiaya Lagi Sama Polisi

Selasa, 23 Desember 2014 – 08:18 WIB
Sudah Jadi Korban Penikaman, Eh...Malah Dianiaya Lagi Sama Polisi - JPNN.COM

PARIMO – Tindakan yang tidak semestinya dilakukan oleh anggota polisi terjadi di Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah. Oknum anggota Polsek Moutong bernama Alfres yang mestinya melakukan pengamanan justru memukul warga yang menjadi korban penikamanan. Korban diketahui bernama Stevy Hunou (26) warga Kecamatan Moutong.

Paman korban Irwan Hunou kepada Radar Sulteng (Grup JPNN.com) mengatakan berdasarkan pengakuan korban, peristiwa tersebut terjadi di wilayah Moutong Barat lokasi perkemanan pramuka sekitar pukul 00.30 wita. Menurut paman korban, sebelumnya keponakannya sempat adu fisik dengan beberapa orang. Namun secara tiba-tiba langsung ditikam dari arah belakang.

Selanjutnya, salah seorang anggota polisi yang diketahui berasal dari polsek datang. Tetapi, polisi tersebut bukannya mengamankan korban, anehnya justru hanya memukul korban. “Aturannya, ini harus diamankan. Apalagi dia (polisi, red) liat korban penuh darah,” ujar paman korban.  

Lanjut paman korban, bahwa banyak saksi yang melihat tindakan anggota polsek tersebut. “Ada saksi, banyak sehingga saya ke polsek sekedar pemberitahuan. Keponakan saya ditikam, tidak diamankan tapi dianiaya,” sambungnya.

Sesaat setelah peristiwa penikaman dan pemukulan tersebut keponakannya langsung dilarikan ke rumah sakit di wilayah Marisa karena menderita luka parah. Perhatian polsek ada,membawa korban berobat ke rumah sakit marisa. Namun, yang dinginkan keluarga korban pengobatan lanjutan. Pasalnya luka yang diderita korban sangat parah. Selain itu, korban tergolong keluarga tidak mampu. Keluarga tidak memiliki biaya untuk berobat lanjutan.

“Orang tua laki-lakinya sudah meninggal. Keluarga minta biaya ditanggulangi pelaku akibat,  pemukulan anak ini parah. Kita minta jalan keluar,” tegasnya.

Di samping itu, pihak keluarga juga meminta agar anggota polisi pelaku pemukulan juga di proses dan pelaku penikaman segera ditangkap. Karena keponakannya sudah dua kali menjadi korban penikaman. Kejadiannya pertama pada tahun 2012, kasusnya belum tuntas seakan-akan polisi lepas tangan.

Korban masih terbaring lemas diantas tempat tidurnya karena luka tikaman dan menahan sakit bekas pukulan anggota polisi yang masih terasa dibeberapa bagian tubuhnya. Korban yang ditemui di rumahnya, mengaku, setelah ditikam datang polisi. Ia sudah berupaya meyakinkan polisi bahwa ia adalah korban, tapi tetap juga dipukuli. “Saya bilang, saya ini korban. Tapi dipukul,” ungkap korban.

TAGS   aniaya 
loading...