Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Terima Bos Hyundai, Pak Bamsoet Dorong Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia

Rabu, 10 Februari 2021 – 04:30 WIB
Terima Bos Hyundai, Pak Bamsoet Dorong Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia - JPNN.COM
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima jajaran direksi Hyundai, di Jakarta, Selasa (9/2). Foto: Humas MPR RI.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum Bambang Soesatyo menilai relokasi kantor pusat regional Hyundai Asia Pasifik dari semula di Malaysia menjadi ke Indonesia, dengan membawa investasi USD 1,5 miliar dan USD 500 juta untuk pembangunan jaringan dealer dan lainnya, menunjukkan betapa besarnya potensi pengembangan industri otomotif di tanah air.

Khususnya, industri kendaraan bermotor listrik yang tengah menjadi salah satu unggulan Hyundai.

Bamsoet mengatakan mobil listrik IONIQ yang diproduksi Hyundai, yang kini dijadikan official car oleh IMI, maupun model varian lainnya akan diluncurkan, makin menggeliatkan persaingan produsen kendaraan listrik dunia.

"Jika sebelumnya warga dunia hanya mengenal Tesla, kini peta persaingan sudah semakin ketat dengan hadirnya Hyundai. Persaingan sehat seperti ini justru makin bagus bagi konsumen, karena memiliki banyak pilihan," ujar Bamsoet usai menerima jajaran direksi Hyundai, di Jakarta, Selasa (9/2).

Turut hadir antara lain Vice President Hyundai Motor Asia Pacific Headquarter Lee Kang Hyun, Presiden Direktur PT Hyundai Motors Indonesia Sung Jong Ha dan Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia Denny Siregar.

Ketua DPR ke-20 RI ini menjelaskan, makin ketatnya persaingan antarprodusen kendaraan listrik dunia juga bisa mendatangkan keuntungan bagi Indonesia.

Pasalnya, Indonesia adalah negara pemilik cadangan nikel terbesar dunia yang merupakan bahan baku utama komponen baterai di kendaraan bermotor listrik.
Terlebih Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi sudah menerima proposal investasi dari Tesla, untuk membangun pabrik Energy Storage System (ESS), serupa dengan 'powerbank' dengan kapasitas ekstra besar mencapai 100 megawatt (MW).

"Kehadiran Hyundai dan kemungkinan juga Tesla di Indonesia harus dijadikan momentum bagi kebangkitan industri kendaraan listrik Indonesia. Selain untuk membuka lapangan pekerjaan, juga untuk proses alih transfer teknologi," jelas Bamsoet.