Uang Korupsi Damkar mengalir ke LSM dan Wartawan
Senin, 07 Juni 2010 – 19:46 WIB
Lebih lanjut Budiman juga ditanyai soal uang Rp 1 miliar untuk anggota DPR RI periode 2004-2009, Sofyan Usman. Menurut pengakuan Budiman, dirinya pada September 2004 ditelpon Deputi Administrasi dan Perencanaan Otorita, M Prijanto. “Kebetulan saya sedang di Jakarta acara di Bappenas. Ditelpon Pak Prijanto katanya mau kirim uang ke Pak Sofyan Usman. Katanya minta dimonitor,” paparnya.
Namun demikian Budiman mengaku tidak tahu asal muasal uang tersebut. Hanya saja sepengetahuannya, uang itu dipinjam dulu dari pihak lain. “Setahu saya pinjam dulu. Uangnya ditawarkan ke para pelaksana proyek (rekanan Otorita),” tuturnya.
Namun Budiman mengaku tidak tahu jika sumbangan Rp 1 miliar untuk Sofyan Usman itu sebenarnya ditujukan untuk meloloskan ABT bagi Otorita Batam. Sementara soal penunjukan langsung, Budiman juga mengakui bahwa inisiatif pengadaan damkar tahun 2005 dengan menunjuk langsung PT Satal Nusantara justru berasal dari rapat di Otorita yang tidak dihadiri Ismeth. Sebab, saat itu Ismeth sudah merangkap jabatan sebagai penjabat Gubernur Kepulauan Riau dan memiliki dua kantor di dua lokasi yang berbeda.