Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Hajatan Warga Dibubarkan, tetapi TKA Tiongkok Masuk Dibiarkan?

Minggu, 29 Maret 2020 – 21:44 WIB
Hajatan Warga Dibubarkan, tetapi TKA Tiongkok Masuk Dibiarkan? - JPNN.COM
Ketua Presidium IPW Neta S Pane. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyoroti masih adanya tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang leluasa masuk ke Indonesia di tengah pandemi virus corona. Yang terbaru adalah kabar soal lolosnya seorang TKA Tiongkok hingga masuk ke ke Muara Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

"Ini sangat ironis. Wong warga dari Malang saja hendak menghadiri hajatan keluarganya di Blitar berhasil dicegat petugas dan diminta kembali, kok ya TKA China jauh-jauh dari RRC bisa masuk hingga ke pedalaman Ketapang," kata Neta, Minggu (29/3).

Mantan wartawan itu menjelaskan, TKA Tiongkok itu masuk ke Ketapang pada 24 Maret 2020. Selanjutnya, TKA itu langsung bekerja di salah satu industri di Muara Pawan.

Neta menegaskan bahwa masuknya TKA Tiongkok ini membuat warga sekitar resah. Mereka lalu melapor ke Polsek Muara Pawan.

Pada 26 Maret 2020, Kapolsek Muara Pawan Ipda Bagus beserta tokoh masyarakat setempat lantas mendatangi pabrik tempat TKA Tiongkok itu dipekerjakan. Saat itu pula Ipda Bagus bertindak tegas.

Neta menjelaskan, Ipda Bagus langsung meminta TKA tersebut meninggalkan Ketapang. Akhirnya, perusahaan yang mempekerjakan TKA itu sepakat memulangkannya pada 27 Maret 2020 lewat Bandara Rahadi Oesman Ketapang.
 
"Sikap Kapolsek ini patut diapresiasi dan diacungi jempol. Berbeda dengan sikap Kapolda Sultra yang meloloskan TKA Cina masuk ke Kendari, yang hingga kini masih bekerja di daerah tersebut," jelas Neta.
 
Menurut Neta, masih masuknya TKA Tiongkok ke Indonesia di tengah makin meluasnya COVID-19 menjadi tanda tanya besar sekaligus menunjukkan ketidakjelasan sikap pemerintah dalam mengatasi pandemi global itu. "Di satu sisi masyarakat dilarang berkumpul, bahkan dilarang berkumpul di tempat ibadah, tapi di sisi lain TKA China tetap dibiarkan masuk," papar Neta.
 
Oleh karena itu Neta mengharapkan jajaran kepolisian berada di garda terdepan dalam memantau masuknya orang-orang asing terutama WN Tiongkok. Menurut dia, intelijen dan jajaran polsek menjadi ujung tombak Polri dalam mengawasi keberadaan orang asing.

"Polsek dan jajaran intelijen Polri harus melindungi masyarakat dari berbagai keresahan. Jika aparatur lain lalai dan meloloskan TKA China masuk ke negeri ini di tengah kian meluasnya wabah corona, sepertinya harapan satu-satunya tinggal pada para kapolsek," pungkas Neta.(boy/jpnn)

loading...