0 Persija vs Bali United 2: Simic dan Riko tak Berkutik

Rabu, 18 Juli 2018 – 09:07 WIB
Pemain Persija Jakarta Marko Simic. Foto: JPG/dok.JPNN.com

jpnn.com, BANTUL - Persija vs Bali United dalam laga Liga 1 2018 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (17/7) berakhir dengan kekalahan Macam Kemayoran 0-2.

Dengan kondisi ini, alarm bahaya wajib dibunyikan Persija Jakarta. Bagaimana tidak, dalam empat laga terakhir, tim kebanggan Ibu Kota itu tidak pernah menang.

BACA JUGA: Laga Sriwijaya FC vs Mitra Kukar Akhirnya Diundur

Keunggulan Bali United ditentukan pemain barunya, Antonius Johannes Melvin Platje, pada menit ke-19. Selain itu, menjelang laga bubar, tepatnya pada menit ke-90+3 Stefano Lilipaly menggandakan keunggulan.

Permainan yang monoton menjadi faktor negatif Macan Kemayoran –julukan Persija– dalam empat pertandingan terakhir. Serangan selalu bertumpu kepada Riko Simanjuntak dari sisi kiri ataupun kanan lantas diteruskan ke ujung tombak sudah terbaca lawan.

BACA JUGA: Bali United Bantai Persija Dua Gol Tanpa Balas di Bantul

Bahkan, Marko Simic yang kembali bermain dan diduetkan dengan Osas Saha tetap tidak mengubah permainan monoton tersebut. Daya serang tampak tumpul.

Pelatih Bali United Widodo C. Putro sebelum pertandingan sudah mengetahui kelemahan Persija itu. Permainan dari tengah lantas ke sayap dicoba dimatikan dengan cara memasang lima bek sejajar di belakang saat bertahan. Hasilnya, Riko yang biasanya sangat leluasa tidak berkutik sama sekali sepanjang pertandingan.

BACA JUGA: Borneo FC Sukses Tuntaskan Misi di Segiri

’’Ya saya memang instruksikan pemain untuk jaga Riko. Sebab, dia tumpuan Persija,’’ ujar Widodo. Suplai bola di tengah yang berasal dari Sandi Sute pun dimatikan. Ilija Spasojevic sedikit ditarik ke belakang untuk melakukannya.

Selain itu, kemenangan Bali United juga tidak terlepas dari cerdasnya Widodo melihat celah. Bek sayap Persija yang kerap naik dimanfaatkan oleh Serdadu Tridatu. ’’Ya akhirnya kami hanya berhadapan dengan dua full back saja. Persija harus segera berbenah,’’ ucapnya.

Selain strategi yang berjalan baik, Widodo tidak lupa mengacungi jempol kinerja anak asuhnya. Bermain spartan selama 90 menit walaupun bermain di hadapan ribuan suporter lawan tidak menyurutkan semangat tandingnya. ’’Kemenangan ini patut kami syukuri. Tidak mudah melawan Persija, tapi kami berhasil mengatasinya,’’ jelasnya.

Atas raihan tiga poin, Bali United saat ini bertengger pada urutan ketujuh klasemen sementara Liga 1.

Di sisi lain, Pelatih Persija Jakarta Stefano Cugurra mengatakan bahwa Bali United memang bermain lebih bagus dari timnya. Hanya memanfaatkan serangan balik, tapi dia merasa lawannya itu lebih maksimal dalam mencetak gol. ’’Kami banyak peluang, tapi tidak cetak gol. Mereka sedikit tapi ada dua gol. Ini jadi masalah,’’ tuturnya.

Di singgung terkait permainan monoton, pelatih yang disapa Teco itu menerangkan bahwa itu imbas dari Persija tidak bisa main di Jakarta. Sebagai pelatih, dia tidak bisa maksimal menerapkan strategi atau melakukan evaluasi baik sebelum dan sesudah pertandingan.

’’Lihat, kami besok pagi (hari ini) pulang ke Jakarta, sore latihan. Besoknya berangkat (19/7) berangkat ke Mitra Kukar. Kami lelah di jalan, latihan tidak maksimal. Susah untuk koreksi kalau seperti itu,’’ paparnya.

Walau begitu, pelatih asal Brasil itu menegaskan akan melakukan segala cara agar Persija bangkit. Tidak pernah menang dalam empat pertandingan terakhir secara beruntun merupakan pukulan telak baginya. ’’Saya akan kerja keras untuk ini. pemain juga sudah siap untuk kerja keras,’’ ujarnya. (rid/ham)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... PSMS Optimistis Putus Rekor Buruk Laga Away di Surabaya


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler