100 Juta Dosis Vaksin Halal Zifivax Siap Digunakan Masyarakat

Rabu, 27 April 2022 – 23:01 WIB
Vaksin Zifivax produksi China boleh digunakan di Indonesia. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama Jakarta Biophramaceutical Industry (JBio), Mahendra Suhardono, menyatakan pihaknya sudah menyiapkan lebih dari 100 juta vaksin Zifivax untuk bisa digunakan masyarakat Indonesia.

Penyediaan jutaan dosis vaksin Zifivax yang sudah tersertifikasi halal diharapkan mampu membantu percepatan pemulihan Indonesia dari pandemi Covid-19.

BACA JUGA: MUI dan BPOM Sudah Memutuskan, DPR Yakin Vaksin Zifivax Aman

"Kita sudah berkomitmen siap membantu pemerintah. Kita siapkan lebih dari 100 juta dosis vaksin Zifivax yang sudah dinyatakan halal oleh MUI dan bisa diproduksi di Indonesia,” kata Mahendra, melalui keterangan tertulis kepada media, Rabu (27/4).

Dia menuturkan, penyiapan jutaan dosis vaksin itu sejalan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang memutuskan pemerintah harus menyediakan vaksin halal.

BACA JUGA: Zifivax, Vaksin Halal Covid-19 Sudah Dapat Izin BPOM

Salah satu vaksin Covid-19 yang sudah bersertifikasi halal adalah Zifivax seperti tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 53 Tahun 2021. Adapun JBio merupakan produsen vaksin Zifivax di Indonesia.

"Kita komit menyuplai ke Indonesia, cukup besar, kita siapkan cukup besar vaksin yang halal dan sudah mendapat izin dari BPOM RI," kata Mahendra.

BACA JUGA: Zifivax Ampuh untuk Booster, Antibodi Melesat Hampir 50 Kali

Terkait dengan adanya putusan MA yang mewajibkan pemerintah menyediakan vaksin Covid-19 bersertifikasi halal, Mahendra mengapresiasi hal tersebut. Menurut dia, sertifikasi halal ini sesuai dengan Undang-Undang Jaminan Produk Halal dan akan mendorong lebih banyak masyarakat melakukan vaksinasi.

"Bagus untuk masyarakat karena ada pilihan vaksin yang dinyatakan halal. Masyarakat akan lebih peduli untuk divaksin, terutama masyarakat yang selama ini masih ragu, masih nunggu yang halal," ujarnya.

"Ini jadi membantu pemerintah untuk percepat vaksinasi dan pemulihan dari pandemi," pungkas Mahendra. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler