1000 Calon Asisten Surveyor Kadaster Sedang Disiapkan

Rabu, 14 Februari 2018 – 06:17 WIB
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN bersepakat menyiapkan 1000 calon Asisten Surveyor Kadaster (ASK).

Persiapan calon itu melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal ini untuk mendukung program strategis nasional pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

BACA JUGA: Pak JK Sebut 75 Persen Lulusan SMK Jadi Caddy Golf

Menurut Direktur SMK Kemendikbud M Bakrun, kurikulum SMK khususnya bidang Geomatika belum sepenuhnya memenuhi persyaratan yang dibutuhkan tenaga ASK.

Penyesuaian kurikulum SMK dengan kurikulum yang dipersyaratkan Kementerian ATR/BPN perlu segera dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga ASK yang cukup besar dan mendesak segera dipenuhi.

BACA JUGA: Tenang, Tak Ada Pilih Kasih Antara SMA dan SMK

"Kerja sama Kemendikbud dan Kementerian ATR/BPN ini sangat penting untuk membangun kurikulum SMK yang link and match dengan kebutuhan tenaga ASK," terang Bakrun di sela-sela MoU, Selasa (13/2).

Dia menjelaskan, penyesuaian dan pengembangan kurikulum SMK dengan skill yang menjadi syarat bagi seorang tenaga ASK akan dilaksanakan sampai dengan penyusunan modul-modul pembelajaran.

BACA JUGA: Kemendikbud Bakal Kirimkan Lulusan SMK Magang di 10 Negara

Modul-modul itu kemudian akan dilatihkan kepada guru-guru bidang Geomatika.

"Guru yang sudah mendapatkan pelatihan akan mengajarkan kepada siswa SMK sehingga lulusannya bisa segera memenuhi kualifikasi sebagai seorang ASK," jelasnya.

Untuk kepentingan jangka panjang, lanjut Bakrun, kurikulum SMK harus selalu diperbarui dengan kebijakan dan teknologi Geomatika baru.
Ini agar lulusan SMK selalu memenuhi kualifikasi sebagai ASK dan mengikuti jenjang karir di bidang survei dan pengukuran.

"Kerja sama ini akan terus terjalin dengan hadirnya industri-industri yang bergerak di bidang Geomatika," pungkasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... SMK Tidak Layak Terancam Digabung


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler