103 Jemaah Safari Wukuf Karena Sakit

Jumat, 01 September 2017 – 16:42 WIB
Jemaah haji Indonesia. Foto: Jawa Pos

jpnn.com, MEKAH - Sebanyak 2,1 juta anggota jemaah haji dari seluruh dunia menjalankan wukuf di Padang Arafah.

Laporan dari Humas Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan, tidak ada jemaah asal Indonesia yang tertinggal di Mekah atau Mina.

BACA JUGA: Garuda Indonesia Berangkatkan 107.526 Jemaah Haji, Tingkat OTP 98 Persen

Seluruhnya telah berada di Arafah untuk mengikuti wukuf.

Meski begitu, ada 103 anggota jemaah yang terpaksa mengikuti safari wukuf Mereka menjalankan wukuf di dalam kendaraan medis karena mengalami gangguan kesehatan.

BACA JUGA: Kemenkes Perlu Sosialisasikan Virus MERS-CoV kepada Calon Haji

Selain itu, ada anggota 135 jemaah yang badal haji karena sakitnya parah dan tidak bisa dibawa ke Arafah.

Kemudian, ada 146 anggota jemaah yang badal haji karena wafat.

BACA JUGA: Banyak Jemaah Korban Travel, DPR Bentuk Panja Umrah

Badal wafat itu dilakukan karena jemaah meninggal setelah tiba di Saudi maupun saat berada di embarkasi keberangkatan.

Sementara itu, sehari sebelumnya (8 Zulhijah atau 30 Agustus), sebanyak 16.497 anggota jemaah asal Indonesia menjalankan tarwiyah maupun bermalam (mabit) di Mina. Meski, secara resmi Kementerian Agama (Kemenag) tidak memfasilitasinya.

Kepala Biro Humas Kemenag Mastuki yang ikut dalam penyelenggaraan haji di Arab Saudi menuturkan, meski tarwiyah tidak menjadi agenda resmi pemerintah Indonesia dalam penyelenggaraan haji, tetap ada petugas yang disiagakan di Mina.

Namun, pemerintah Indonesia tidak memberikan fasilitas transportasi, makanan, dan tenda kepada mereka.

Karena itu, muncul pernyataan atau pengaduan dari jemaah tersebut bahwa mereka tidak dilayani pemerintah.

''Kemenag maupun seluruh petugas haji sejak awal sudah sosialisasi bahwa jemaah dari Makkah langsung ke Arafah. Tidak mampir ke Mina dahulu,'' tuturnya kemarin (31/8).

Jika ada jamaah yang masih bersikukuh menjalankan tarwiyah maupun mabit di Mina pada 8 Zulhijah, seluruh akomodasi ditanggung pribadi atau rombongan.

Menurut Mastuki, jemaah yang menjalankan tarwiyah bukan hanya jemaah haji khusus, tetapi ada pula jemaah haji reguler.

Umumnya mereka mengikuti ajakan teman, pembimbing haji, atau biro travel bagi yang haji khusus.

Mastuki berharap jemaah yang memilih melaksanakan tarwiyah bertanggung jawab atas diri sendiri.

Pertimbangan Kemenag tidak menjalankan tarwiyah adalah untuk kelancaran wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijah (31/8).

Dengan jemaah yang mencapai 221 ribu orang, cukup riskan jika harus mampir dahulu ke Mina pada H-1 pelaksanaan wukuf.

Dengan perjalanan dari Makkah langsung ke Arafah saja, mobilisasi jemaah dijalankan dalam tiga gelombang. (wan/c5/nw/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Layani Penerbangan Haji 2017, AirNav Indonesia Klaim Tanpa Kendala


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler