114,3 Ton Serabut Kelapa Asal Sulawesi Tengah Tembus Pasar China

Senin, 19 Juli 2021 – 14:51 WIB
Komoditas berupa coconut fiber atau serabut kelapa asal Sulteng berhasil menembus pasar negeri China. Foto/ilustrasi: Bea Cukai.

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai Pantoloan merealisasikan kegiatan 'Dorong Ekspor' yang diprakarsai Bea Cukai secara terpusat di wilayah Sulawesi Tengah, sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Kali ini, komoditas berupa coconut fiber atau serabut kelapa asal Sulteng berhasil menembus pasar negeri China.

BACA JUGA: Bea Cukai dan Karantina Bersinergi Wujudkan Serabut Kelapa Sulteng Tembus Pasar Internasional

Dalam dua pekan terakhir, dua perusahaan sekaligus yakni PT Mahligai Indo Coco Fiber dan CV Asia Dampal merealisasikan kegiatan ekspor tersebut.

Ini juga sekaligus menjadi kegiatan ekspor perdana dari kedua perusahaan.

BACA JUGA: Fasilitas KITE IKM Bantu Ekspor Serabut Kelapa Hinngga ke Tiongkok

Menurut Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Bea Cukai Sudiro, kegiatan Dorong Ekspor ini tetap menjadi prioritas Bea Cukai dalam rangka PEN.

Meski ditengah masa PPKM yang sedang berlangsung serta gangguan sistem yang terjadi dalam beberapa hari belakangan, Bea Cukai tetap memberikan pelayanan.

Hal itu terlihat dari upaya petugas dalam mengatasi gangguan yang berlangsung dengan terus berkomunikasi dan berkoordinasi terkait sistem pelayanan CEISA bersama Direktorat IKC, Kantor Pusat DJBC.

BACA JUGA: Kabar Baik, PT Pos Mulai Menyalurkan BST untuk Warga DKI Jakarta

"Bea Cukai tetap melayani dan mengawasi selama masa PPKM berlangsung. Prioritas kami juga tetap menjadikan percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional berjalan dengan baik. Bea Cukai Pantoloan terus berkomitmen dan menunjukkan kontribusi positif dalam memberikan pelayanan yang maksimal,” ungkap Sudiro

Dengan upaya maksimal tersebut, Nota Pelayanan Ekspor (NPE) berhasil terbit melalui sistem CEISA.

Adapun total berat bersih komoditas yang diekspor adalah 114,3 ton atau masing-masing perusahaan yaitu PT Mahligai Indo Coco Fiber seberat 79,2 ton dan CV Asia Dampal 35,1 ton serabut kelapa. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler