1.262 Orang di Secapa AD Positif COVID-19, Begini Kondisi Mereka

Kamis, 09 Juli 2020 – 21:16 WIB
Ilustrasi swab test COVID-19. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, BANDUNG - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengungkapkan ada 1.262 kasus positif COVID-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat atau Secapa AD Provinsi Jawa Barat.

"Yang kami dapatkan keseluruhan kasus positif dari klaster ini sebanyak 1.262 orang yang terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih yang ada di sana," kata Yuri di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (9/7).

BACA JUGA: Harap Tenang, Pemerintah Melakukan Ini Atas Temuan Klaster Secapa TNI AD

Angka itu berkontribusi pada penambahan yang cukup banyak untuk kasus positif COVID-19 di Jawa Barat.

"Penambahan yang cukup banyak untuk provinsi Jawa Barat ini didapatkan dari klaster yang sudah selesai kami lakukan penyelidikan epidemiologi sejak tanggal 29 Juni kemarin berturut-turut yaitu klaster di pusat pendidikan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat," ujar Yuri.

BACA JUGA: Ada Rekor Baru Kasus Covid-19 dalam Sehari, Letjen Doni Sebut Klaster Secapa TNI AD

Dari jumlah 1.262 kasus positif COVID-19 yang diidentifikasi itu, hanya ada 17 orang yang saat ini dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Dustira Cimahi di Provinsi Jawa Barat karena ada keluhan meskipun keluhan ringan.

"Keluhan di antaranya yang paling banyak dari 17 orang ini adalah demam dan beberapa di antaranya mengeluh di pernapasannya baik batuk maupun agak sesak," tutur Yuri.

BACA JUGA: Pertambahan Positif Covid-19 Masih Tinggi, Presiden: Ini Lampu Merah

Sementara dari total 1.262 kasus itu, sebanyak 1.245 orang tanpa keluhan apa pun, dan saat ini semuanya dikarantina di wilayah pendidikan Secapa AD Bandung.

Seluruh peserta didik yang dipantau dan melaksanakan isolasi tersebut dalam keadaan baik.

Isolasi dan karantina dilakukan di seluruh kompleks pendidikan Secapa AD di Bandung.

Kemudian, dilarang untuk adanya pergerakan orang baik masuk maupun ke luar kompleks.

Pengawasan dilakukan secara ketat oleh unsur kesehatan dari Komando Daerah Militer III/Siliwangi yang memantau terus-menerus sepanjang hari.

Yuri mengatakan pihaknya memastikan tidak akan terjadi penularan keluar komplek Secapa AD karena diberlakukannya penjagaan ketat dalam pelaksanaan karantina kewilayahan secara maksimal.

"Tentunya dengan monitoring yang ketat yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Bandung dan dari kesehatan Komando Daerah Militer III/Siliwangi," tuturnya.

Oleh karena itu, Yuri mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena semua ditangani secara profesional dan sesuai standar internasional.

"Kami melakukan karantina wilayah dan kami menjamin sepenuhnya bahwa evaluasi terhadap peserta karantina dijalankan maksimal," ujarnya.

Yuri berharap seluruh keluarga dari para peserta didik Secapa AD yang dikarantina dapat memahami kondisi itu dan masih tetap bisa melaksanakan kontak komunikasi menggunakan telepon atau sarana media lain.

"Tidak perlu ada kepanikan, kami menangani secara profesional dan sesuai dengan kriteria internasional tentang karantina wilayah," tutur Yuri. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler