132 Pebulu Tangkis Muda Berebut Super Tiket di Audisi Djarum

Minggu, 22 Juli 2018 – 20:43 WIB
Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 di Purwokerto. Foto: Istimewa

jpnn.com, PURWOKERTO - Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 memasuki babak akhir.

Sebanyak 132 pebulu tangkis muda dari enam kategori, yakni U-11 Putra, U-11 Putri, U-13 Putra, U-13 Putri, U-15 Putra, dan U-15 Putri, telah menyelesaikan hari kedua jalannya audisi di Surabaya dan Purwokerto.

BACA JUGA: 397 Peserta Lolos Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis

Di GOR Sudirman, Surabaya, 72 peserta berhasil lolos dan melaju ke babak selanjutnya yang digelar pada Senin (23/7).

Sementara di GOR Satria, Purwokerto, 60 peserta bakal bertarung di hari terakhir Audisi Umum yang digelar pada hari yang sama.

BACA JUGA: Ratusan Peserta Ikuti Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis

Pencarian bakat-bakat muda di Surabaya dipantau langsung oleh para legedenda bulu tangkis Indonesia, serta pelatih PB Djarum.

Mereka terdiri dari Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi, Alvent Yulianto, Johan Wahyudi, Tri Kusharjanto, Shendy Puspa Irawati, Sigit Budiarto, Yuni Kartika, Imam Tohari, dan Sulaiman. Di Purwokerto, Tim Pencari Bakat yang diturunkan yakni Christian Hadinata, Denny Kantono, Hariyanto Arbi, Simbarsono, Antonius Budi Ariantho, Lius Pongoh, Meilana Jauhari, Lukman Hakim, Engga Setiawan, dan Puri Setyo.

BACA JUGA: Cari Juara Masa Depan, PB Djarum Bidik 3 Kategori Usia

"PB Djarum bekerja keras memantau bibit-bibit istimewa sehingga kalaupun mereka kalah di Tahap Turnamen ini, tetap bisa kami berikan Super Tiket, karena kami tidak ingin ada atlet muda bertalenta yang tertinggal di setiap kota Audisi," ujar salah satu Tim Pencari Bakat PB Djarum Imam Tohari di sela-sela gelaran Audisi Umum di Surabaya, Minggu (22/7).

"Jika dilihat sekilas, bakat mereka merata dari semua kategori usia. Tapi, kalau diamati memang ada beberapa bibit yang menonjol di setiap kelompok umur. Tujuan kita kan mencetak pemain dunia, jadi kami melihat dari postur, kelenturan, dan pukulan, apakah ada pemain yang bisa diasah dan dilatih untuk ke arah sana. Yang penting kita harus jeli," tambah mantan pemain ganda campuran nasional Indonesia yang memulai kariernya sebagai pelatih di Jepang sejak tahun 2002.

Sementara, Tim Pencari Bakat PB Djarum pada Audisi Umum di Purwokerto, Lukman Hakim, mengatakan bahwa dirinya mencari anak yang memiliki karakter terlebih dahulu kemudian teknik.

"Kalau hanya sekadar mengandalkan teknik semata tapi tidak memiliki karakter, agak susah untuk berkembang menjadi atlet andal," jelas pelatih PB Djarum yang pernah melanglang buana sebagai pelatih di Tiongkok dan Malaysia.

Menurut Lukman, metode pelatihan yang dilakukan di dua negara yang pernah disinggahinya, jauh berbeda dengan yang dilakukan di Tanah Air.

Di Tiongkok, semisal, kekuatan fisik menjadi tumpuan utama untuk membentuk karakter pebulutangkis.

"Indonesia kalau main bulutangkis itu ada seninya. Sementara Tiongkok mengandalkan kekuatan, karena memang didikannya di sana keras," tutur adik dari mantan pebulutangkis Luluk Hadiyanto ini.

"Indonesia tidak pernah kekurangan dalam hal potensi bibit-bibit pemain bulutangkis muda. Pembinaan yang perlu kami genjot untuk menghasilkan pemain-pemain yang bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia," Lukman, menambahkan.

Usai di Surabaya dan Purwokerto, PB Djarum akan melanjutkan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis yang bergulir di beberapa kota lainnya di Pulau Jawa. Kota-kota tersebut adalah Cirebon, Solo, dan Kudus.

Para atlet yang berhasil lolos dari fase Audisi Umum di Purwokerto akan melaju ke babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018.

Di tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum. (mg7/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler