14 Hari Misterius di Riyadh, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Minggu, 26 November 2017 – 11:21 WIB
Mobil warga Beirut, Lebanon terlihat melintasi poster yang berisi tuntutan informasi keberadaan PM Saad Hariri. (JAMAL SAIDI/REUTERS)

jpnn.com - Saad Al Hariri memang telah menginjakkan kaki kembali di Beirut. Tapi, bukan berarti teka-teki itu menjadi tidak relevan lagi: apa yang sebenarnya terjadi kepada perdana menteri (PM) Lebanon itu pada periode 3–17 November lalu di Riyadh?

Hariri dan Arab Saudi memang membantah telah terjadi penyekapan atau penahanan. Tapi, bantahan itu berbenturan dengan fakta bahwa pada 6 November lalu Hariri dijadwalkan bertemu dengan perwakilan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia di Beirut.

BACA JUGA: Manuver Saudi Gagal Total, Lebanon Sementara Unggul 1-0

Perbenturan itu memperlihatkan dengan jelas bahwa Hariri adalah perpanjangan tangan Saudi di Lebanon. Negara tempat Hizbullah, kelompok yang didukung Iran, musuh abadi Saudi, berada. Bahkan kini menjadi bagian dari koalisi yang mendukung pemerintahan Hariri.

Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Berikut kronologi skandal Hariri, mulai dari keberangkatannya ke Riyadh hingga kembali lagi ke Beirut. (Al Jazeera/Independent/Stratfor/Reuters/sha/c19/ttg)

BACA JUGA: Sadis!! ISIS Penggal Kepala 15 Prajuritnya Sendiri


Jumat, 3 November 2017: Saad Al Hariri berkunjung ke Saudi. Begitu sampai, tidak ada pejabat yang menyambutnya. Semua telepon genggamnya dan para pengawalnya diambil oleh petugas keamanan Saudi.

’’Sejak dia tiba, pemerintah Saudi tidak menunjukkan rasa hormat kepadanya,’’ ujar politikus senior Lebanon.

BACA JUGA: Hariri Tunda Pengunduran Diri

Sabtu, 4 November 2017: Hariri menyatakan mundur dari jabatannya sebagai PM Lebanon via Future TV saat dia berada di Riyadh. Alasannya, keamanannya terancam. Presiden Lebanon Michel Aoun tak mau terima pengunduran dirinya.

’’Saat ini kita berada dalam iklim yang kurang lebih sama dengan masa-masa sebelum Rafik Al Hariri menjadi martir. Saya merasa menjadi target persekongkolan jahat tersebut,’’ ungkap Saad Al Hariri.

Selasa, 7 November 2017: Tudingan Hariri ditahan Saudi menguat. Hariri tiba-tiba mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) dan bertemu dengan putra mahkota UEA Syekh Mohammed bin Zayed.

’’Hariri segera kembali ke Beirut,’’ ujar mantan PM Lebanon Fouad Siniora.

Kamis, 9 November 2017: Saudi menyarankan penduduknya untuk tak berkunjung ke Lebanon dan meminta mereka yang sudah di sana untuk pulang.

’’Kerajaan menyarankan semua penduduk untuk tidak bepergian ke Lebanon,’’ bunyi pernyataan pihak Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Minggu, 12 November 2017: Hariri diwawancarai Future TV secara langsung. Dia mengatakan akan kembali ke Lebanon dalam 2–3 hari.

’’Jika saya mau, saya bebas pergi besok. Tapi, saya punya keluarga. Saya melihat apa yang terjadi ketika ayah saya dibunuh. Saya tidak ingin hal serupa terjadi pada anak-anak saya,’’ tegas Hariri.

Sabtu, 18 November 2017: Hariri berkunjung ke Paris, Prancis, setelah diundang Presiden Emmanuel Macron.

’’Kami berharap krisis berakhir dan keputusan PM Hariri menerima undangan untuk berkunjung ke Prancis bisa membuka pintu solusi,’’ kata Presiden Lebanon Michel Aoun.

Senin, 20 November 2017: Beredar rumor Saudi menyandera dua anak Hariri, Loulwa dan Abdelaziz. Mereka tidak diajak ke Prancis. Hariri hanya datang bersama istrinya, Lara Al Azm, dan putra tertuanya, Houssam.

’’Kami tidak punya alasan untuk khawatir. Dia meninggalkan dua anaknya di Riyadh karena mereka berpikir itu yang terbaik,’’ bunyi pernyataan dari kantor kepresidenan Prancis.

Selasa, 21 November 2017: Hariri kembali pulang ke Beirut.

’’Di sana saya akan menegaskan sikap saya setelah bertemu Presiden Aoun,’’ kata Hariri sebelum terbang ke Beirut.

Rabu, 22 November 2017: Hariri menyatakan menunda pengunduran dirinya.

”Saya akan bertahan di sini bersama kalian semua. Kita akan bersama-sama membela Lebanon, stabilitas Lebanon, dan paham Arab di negara ini,” katanya. 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jeddah Diterjang Banjir, Netizen: Kiamat Sudah Dekat


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler